Breaking News:

Epidemiolog: Jangan Paksakan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli, Guru Divaksin Bukan Jaminan Bebas Corona

kerentanan peningkatan masih berpeluang terjadi, bila kepatuhan disiplin masyarakat menurun dan mobilitas aktivitas yang tidak terkendali.

TribunJabar.id/Fauzi Noviandi
Ilustrasi belajar tatap muka di Kota Sukabumi. 

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Epidemiolog Universitas Padjajaran (Unpad) Panji Fortuna Hadisoemarto menilai, rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat dan Disdik Kota Bandung yang akan kembali menggelar pembelajaran secara tatap muka pada Juli mendatang, terlalu berisiko terhadap potensi munculnya penularan covid-19. 

Menurut Panji, kebijakan tersebut seharusnya mempertimbangkan kondisi epidemiologi secara utuh, sehingga pertimbangan rencana pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka, bukan hanya di dasarkan pada aspek kesiapan vaksinasi bagi para guru dan tenaga kependidikan di sekolah.

"Jadi bukan hanya atas dasar karena guru dan tenaga kependidikan telah divaksin, tapi juga perlu diperhatikan adalah kondisi anak-anak usia sekolah yang belum akan mendapatkan vaksin.

Kondisi inilah yang berpotensi menjadi sumber penularan kepada anggota masyarakat lainnya, baik yang belum dan atau tidak dapat di vaksinasi," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (10/3/2021).

Panji menuturkan, berdasarkan pemantauan epidemiologi yang dilakukannya, meskipun saat ini kondisi transmisi penularan mulai cenderung menurun, bukan berarti bahwa situasi sudah cukup aman.

Baca juga: KESAKSIAN Ajudan Soekarno soal Supersemar, Kekuasaan Sang Proklamator Melemah, Soeharto Berjaya

Baca juga: PREDIKSI Sopir Bus Pariwisata Salah, Rem Blong Tetap Yakin Lanjut Jalan, Terlibat Kecelakaan Maut

Baca juga: Zaskia Sungkar Sesumbar Soal Duit Rp 300 Juta yang Diduga Dikorupsi oleh Mark Sungkar: Uang Segitu

Menurutnya, kerentanan peningkatan masih berpeluang terjadi, bila kepatuhan disiplin masyarakat menurun dan mobilitas aktivitas yang tidak terkendali.

"Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa vaksinasi covid-19 bukan menjadi jaminan bagi seseorang tidak akan terpapar. Maka, perilaku disiplin kepatuhan akan penerapan protokol kesehatan masyarakat menjadi satu-satunya cara untuk mengantisipasi terjadinya potensi penularan," ucapnya.

Dengan fenomena dinamika perubahan situasi tersebut, sulit baginya untuk dapat memperkirakan waktu yang tepat untuk dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Namun, ada sebuah keyakinan, bahwa kebijakan itu bisa dapat dilakukan, bila transmisi komunitas dinyatakan sudah tidak ada lagi.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved