Breaking News:

Politik

Anak Buah Jokowi, Moeldoko Didesak Mundur dari KSP Terkait Kudeta Demokrat, Ini Kata Agus Abdullah

Desakan mundur itu dinilai tidak objektif oleh Agus Abdullah, Ketua KB Moeldoko.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Moeldoko: Anak Buah Jokowi, Moeldoko Didesak Mundur dari KSP Terkait Kudeta Demokrat, Ini Kata Agus Abdullah 

TRIBUNCIREBON.COM - Moeldoko didesak mundur dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Joko Widodo.

Desakan mundur itu dinilai tidak objektif oleh Agus Abdullah, Ketua KB Moeldoko.

"Tidak ada alasan yang rasional atau nilai objektif sebagai barometer kinerja KSP baik secara tata pengelolaan pemerintah maupun bersifat komprehensif, untuk meminta Pak Moeldoko mundur dari jabatannya," kata Agus Abdullah dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021).

Menurut dia, terkait polemik internal partai Demokrat antara kubu AHY dan kubu Moeldoko, hal itu seharusnya bisa diselesaikan melalui proses hukum kepartaian melalui Kementerian Hukum dan HAM.

"Polemik Partai Demokrat tersebut, menurut saya jangan dijadikan upaya untuk mendorong kepentingan politik tertentu mundurnya Pak Moeldoko dari jabatan tersebut."

"Faktor mundur tidaknya seseorang dari jabatan politik kenegaraan disebabkan mampu atau tidaknya yang bersangkutan melaksanakan amanah yang diembannya. Bukan karena dorongan kekuatan politik," tandas Agus Abdullah.

Baca juga: Cuitan Nadya Arifta Soal Pilpres 2019 Jadi Sorotan, Pacar Kaesang Sindir Jokowi dan Pilih Prabowo

Baca juga: Jokowi Bereaksi Saat Tahu Anak Buahnya Moeldoko Terlibat Kudeta di Demokrat, Begini Kata Mahfud MD

Intervensi eksternal

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan mundur tidaknya Moeldoko dari Kepala Staf Presiden tak lantas menghapus anggapan terjadinya abuse of power dan intervensi eksternal dari Partai Demokrat. 

"Kalaupun Moeldoko kemudian mundur dari KSP, bukan berarti abuse of power dan intervensi eksternal dalam konflik ini kemudian dianggap tidak ada," ujar Herzaky, dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021). 

Herzaky mengatakan abuse of power dan intervensi eksternal itu sebenarnya sudah berlangsung sejak Januari 2021.

"Yaitu ketika para pemilik suara kami ditelpon dan diminta bertemu dengan oknum kekuasaan meskipun dengan cara tipu daya, dan menunjukkan wajahnya secara terbuka di hari Jumat 5 Maret 2021 lalu di KLB Dagelan," ungkap dia. 

Karena itu Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), lanjut Herzaky, akan terus melawan tindakan abuse of power oleh oknum lingkar dalam kekuasaan.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved