Breaking News:

Sekretaris Pribadi Ketua DPRD Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Ini Penjelasan Kabag Umum

Sekretaris pribadi sekaligus staf di DPRD Kuningan dikabarkan terpapar positif Covid-19.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Ilustrasi penanganan pasien covid-19 di RS Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sekretaris pribadi sekaligus staf di DPRD Kuningan dikabarkan terpapar positif Covid-19. Beberapa hari terakhir, Sekpri Ketua DPRD tersebut tidak terlihat di kantor DPRD.

Demikian hal itu dikatakan Kabag Umum DPRD Kuningan, Nono Sujono saat dihubungi ponselnya, Rabu (10/3/2021).

Menurut Nono, Sekpri Ketua DPRD, Desi, diperkirakan terpapar Covid-19 yang berasal dari lingkungan keluarganya.

"Informasi kami terima, Bu Desi itu mendapat paparan dari suaminya yang bekerja di Dinas Kepegawaian. Kejadian itu masuk minggu kedua hingga saat ini," kata Nono lagi.

Nono menyebut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan Sekretariat DPRD, pihaknya melakukan tracing kontak erat penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan sekitar.

"Kita sudah jadwalkan untuk penyemprotan cairan disinfektan. Terutama wilayah kena semprot lebih dominan itu lorong kawasan ruang kerja para pemimpin DPRD," ungkapnya.

Baca juga: Brigjen Pol Prasetijo Utomo Divonis 3,5 Tahun Penjara, Tak Dukung Pemerintah Memberantas Korupsi

Baca juga: Hengkang dari Persib, Kim Kurniawan Merapat ke PSS Sleman, Bagaimana dengan Bisnisnya di Bandung?

Baca juga: Link Live Streaming Audisi LIDA 2021 Nanti Malam di Indosiar, untuk Yogyakarta, Sumut, Babel, Sulsel

Menyinggung soal vaksinasi, kata Nono, bersangkutan sewaktu agenda vaksinasi sinovac memang tidak ada dan itu tengah menjalani isolasi di rumahnya. "Iya, sewaktu vaksinasi memang tidak hadir dan kondisi itu saat melakukan isolasi mandiri," ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid19 Kuningan, yakni Agus Mauludin dalam laporan harian up date penanganan Covid19 di Kuningan menyebutkan bahwa kasus terkonfirmasi hingga sekarang total kasus ada sebanyak 3670 orang, Discarded ada 3311 orang dan masih karantina ada sebanyak 283 orang.

Sedangkan untuk kasus meninggal ada 76 orang dan kasus terkonfirmasi ini dari Laki-Laki ada 1788 orang dan Perempuan ada sebanyak 1882 orang," ungkapnya.

Kemudian mengenai kasus kontak erat itu total ada sebanyak  5481 orang dengan Discarded ada 5024 orang dan masih karantina ada 457 orang.

"Dalam kasus kontak erat ini dari jenis kelamin Laki-laki sebanyak 2614 orang dan Perempuan ada 2867 orang," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved