Breaking News:

Petani KJA Waduk Darma Was-Was Ada Rencana Penertiban Lapak Usaha Perairan

Sejumlah petani ikan keramba jaring apung was - was terhadap rencana pemerintah daerah dalam melakukan penertiban dan penataan

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Waduk Darma Kabupaten Kuningan, Rabu (10/3/2021) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sejumlah petani ikan keramba jaring apung di perairan Waduk Darma, Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, Jawa Barat ini merasa was - was terhadap rencana pemerintah daerah dalam melakukan penertiban dan penataan di kawasan Waduk tersebut.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Paguyuban Petani KJA (Keramba Jaring Apung) Kuningan, yakni Adin saat ditemui di kawasan Waduk Darma setempat, Rabu (10/3/2021).

Adin mengungkap wacana penertiban sebelumnya sudah ada wacana, namun wacana itu belum ada tindakan atau sosialisasi sehingga membuat was - was kalangan petani ikan disini.

Baca juga: Mantan Pemulung Jadi Pengusaha Sukses, Ajak Warga Sekampung Naik Helikopter Miliknya

Baca juga: Kejari Periksa 27 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Cadangan Pangan di Kabupaten Cirebon

"Rasa was-was itu terutama mengenai pribadi petani ikan yang memiliki utang atau pinjaman dari lembaga keuangan.

Sehingga kondisi ini jelas harus terpikirkan dalam penanganan masalah pribadi dalam penutupan utang pinjaman tersebut," ungkap Adin yang juga mantan Ketua RT di desa setempat.

Adin juga menyebut jumlah KJA aktif ini ada sebanyak 5 ribuan lapak. Kemudian untuk kepemilikan itu mayoritas warga desa dan beberapa pemilik warga luar Desa Jagara.

"Jumlah lapak terkahir kami data ada 5 ribuan lebih. Kemudian untuk pembudidaya ikan disini di dominasi dari jenis ikan nila dan ikan mas," ujarnya.

Menyinggung alasan penertiban yang hendak dilakukan pemerintah, kata Adin, ini menyangkut kebutuhan untuk mendongkrak wisata lokal di daerah.

Baca juga: Divonis 4 Tahun Kasus Suap, Irjen Napoleon Bonaparte Malah Goyang Tiktok

"Iya, katanya sih penertiban dilakukan untuk pengembangan wisata perairan Waduk Darma go internasional. Namun hingga kini belum jelas kebaikan apa yang akan diberikan kepada kami sebagai petani ikan yang juga korban terdampak," ujarnya.

Pasalnya, imbuh Adin, upaya pemerintah dalam penertiban lapak budidaya ikan, kalangan petani akan dialihfungsikan profesi dari sebagai petani ikan menjadi petani sayuran.

"Iya ada rencana perubahan begitu dari karakter kami sebagai petani ikan, untuk menjadi petani sayuran.

Permasalahan begini, kami jelas butuh adaptasi dan jika melihat dari proses pertanian itu jauh beda dengan kebiasaan kami sebagai petani ikan.

Misal, ketika budidaya ikan belum masuk masa panen ini bisa cepat diuangkan saat kebutuhan mendesak, nah kalau petani sayuran itu apa bisa seperti petani ikan.

Kan, gak mungkin tanaman cabai yang belum panen kita lelang atau diborongkan begitu saja," ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved