Breaking News:

KBM Tatap Muka di Kuningan Belum Bisa Dilakukan dalam Waktu Dekat, Bupati Acep BIlang Begini

Tatkala KBM tatap muka terjadi, maka sekolah harus memprioritaskan protokol kesehatan, mulai dari jaga jarak, menyedikan tempat cuci tangan

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama ditemui di acara BPN Kuningan, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kabar pelaksaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di masih menjadi pertimbangan Pemkab Kuningan.

Hal itu dikatakan Bupati Kuningan H Acep Purnama.

Acep menyebut, hingga saat ini masih mempertimbangkan rencana sekolah-sekolah di wilayahn Kuningan kembali membuka kelas tatap muka.

"Kita masih pertimbangkan dan untuk draft pelaksanan KBM tatap muka seperti apa, kita tunggu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," kata Acep kepada Tribuncirebon.com, Rabu (10/3/2021).

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, yakni Uca Somantri saat di konfirmasi mengatakan bahwa  pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Kuningan masih belum bisa dilaksanakan.

Meskipun saat ini sedang dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

"Rencana pembelajaran tatap muka di Kuningan masih memerlukan banyak pertimbangan, termasuk kasus Covid-19 yang masih belum mereda.

Untuk tatap muka sudah mengerucut. Berharap skala mikro tidak digeneralisasi se-Kabupaten sehingga daerah yang dipandang aman dari wabah Covid-19 bisa menyelenggarakan proses pendidikan secara tatap muka," kata Uca.

Tatkala KBM tatap muka terjadi, maka sekolah harus memprioritaskan protokol kesehatan, mulai dari jaga jarak, menyedikan tempat cuci tangan dan memakai masker.

"Di sisi lain, Kemendikbud merujuk untuk dilaksanakan proses belajar mengajar jarak jauh, baik daring maupun luring. Namun, banyaknya kendala seperti tidak adanya alat komunikasi di beberapa siswa, tidak tersedianya kuota internet dan juga hal yang tidak bisa di hindari adalah ketika tidak ada sinyal," ujarnya.

Selain itu, terkadang para siswa yang sudah mempunya ponsel, tidak menggunakannya dengan bijak.

Mereka lebih memilih bermain game atau sosial media dibanding mengerjakan tugas.

"Melihat kasus disana, kami meminta kepada seluruh jajaran tenaga pendidik, dan orang tua untuk membantu mengawasi anaknya.

Karena saat ini formulasi yang diterapkan untuk daring sekitar 60% dan sisanya 40% non daring dengan guru mengunjungi ke rumah siswa maupun pemberian tugas," ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved