Breaking News:

Kasus Korupsi Cadangan Pangan

BREAKING NEWS: Kepala Dinas Inisial HM Jadi Tersangka Korupsi Cadangan Pangan di Kabupaten Cirebon

kepala dinas di lingkungan Pemkab Cirebon ditetapkan sebagai tersangka korupsi cadangan pangan Kabupaten Cirebon.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kajari Kabupaten Cirebon, Hutamrin (kedua kanan), saat konferensi pers Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon menetapkan kepala dinas di lingkungan Pemkab Cirebon sebagai tersangka korupsi cadangan pangan Kabupaten Cirebon.

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengatakan, oknum kepala dinas tersebut berinisial HM.

Selain itu, pihaknya juga menetapkan pejabat lainnya berinisial D sebagai tersangka.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Kamis, 11 Maret 2021: Jabar & Yogya Waspada Hujan Lebat & Angin

"D ini pejabat di dinas yang dipimpin tersangka inisial HM," ujar Hutamrin saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/3/2021).

Ia mengatakan, keduanya ditetapkan tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor B-01/M.2.29/Fd.1/02/2021 dan B-02/M.2.29/Fd.1/02/2021.

Namun, Hutamrin mengakui hingga kini belum menahan dua tersangka tersebut

Menurut dia, penahan akan dilakukan ketika dibutuhkan dan bergantung pada analisa hukum.

"Kita lihat hasil pemeriksaan saja, apakah perlu penahanan atau tidak," kata Hutamrin.

Baca juga: Rizky Febian Akan Polisikan Teddy Pardiyana, Jika Dalam 1 Minggu Teddy Tak Kembalikan Aset Anak Sule

Ia menyampaikan, kedua tersangka diduga terlibat kasus korupsi stok gabah yang menjadi cadangan pangan Kabupaten Cirebon pada 2019.

Bahkan, tidak adanya stok gabah tersebut tanpa dasar hukum yang sah.

Selain itu, jumlah gabah yang tidak ada juga diperkirakan mencapai 90719 kilogram.

Kronologi Dugaan Korupsi

Kejari Kabupaten Cirebon menetapkan kepala dinas sebagai tersangka dugaan korupsi cadangan pangan di Kabupaten Cirebon.

Oknum kepala dinas di lingkungan Pemkab Cirebon itu berinisial HM. Bahkan, pejabat di lingkungan dinasnya berinisial D juga turut ditetapkan tersangka.

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan stok gabah sisa 2019 tidak ada.

Menurut dia, tidak adanya gabah itu tanpa dasar hukum yang sah dan jumlahnya diperkirakan mencapai 90719 kilogram.

"Setelah dilakukan penyidikan, ternyata 9000 kilogram gabah digunakan oleh tersangka HM," kata Hutamrin saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: AHY Pecat Ketua DPD dan DPC Partai Demokrat yang Dukung Moeldoko di KLB, Ini Daftarnya

Baca juga: Ada Seorang Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Sebelumnya Sempat Alami Ereksi Selama Tiga Jam

Baca juga: Kisah Anak Yatim Lolos Seleksi Timnas U-16 Jabar, Ibunya Penjual Kopi di Indramayu

Ia mengatakan, gabah sebanyak 21 ribu kilogram juga digunakan oleh tersangka D.

Selain itu, 60719 kilogram gabah telah dikirim ke pihak swasta tanpa ada dasar hukum kemudian digiling menjadi beras.

Selanjutnya beras itupun sebagiannya disalurkan kepada masyarakat dan ada juga yang dijual atas perintah HM serta D.

"Tapi penjualan tersebut tidak dicatatkan sebagai penerimaan dinas atau daerah," ujar Hutamrin.

Bahkan, penjualan beras itupun tanpa ada persetujuan dari Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

Hutamrin menyampaikan, kedua tersangka HM dan D justru meminta uang dari pihak swasta.

Hal itu diketahui dari hasil penyidikan jajarannya yang menemukan adanya dugaan aliran dana dari pihak swasta kepada keduanya.

Periksa 27 Saksi

 Kejari Kabupaten Cirebon masih mendalami kasus dugaan korupsi cadangan pangan di Kabupaten Cirebon.

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengatakan, hingga kini puluhan saksi telah diperiksa jajarannya.

Menurut dia, sedikitnya ada 27 saksi yang telah memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan.

"Penyidikan kasusnya juga masih berlanjut," ujar Hutamrin saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/3/2021).

Ia mengatakan, sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut juga telah diamankan.

Baca juga: Direktur Perusahaan di Jakarta Disiksa Investor, Dipaksa Transfer Duit dan Disuruh Minum Air Kencing

Baca juga: Kata Ghosting Sempat Viral, Ternyata Ridwan Kamil Pernah Jadi Korban Ghosting Sampai Ditinggal Nikah

Sebab, pihaknya menemukan sejumlah bukti dari hasil penyidikan sementara.

Misalnya dugaan aliran dana dari pihak swasta kepada dua tersangka yang berinisial HM dan D.

"Kedua tersangka merupakan kepala dinas dan pejabat dinas di lingkungan Pemkab Cirebon," kata Hutamrin.

Ia menyampaikan, kedua tersangka diduga terlibat kasus korupsi stok gabah yang menjadi cadangan pangan Kabupaten Cirebon pada 2019.

Bahkan, tidak adanya stok gabah tersebut tanpa dasar hukum yang sah.

Selain itu, jumlah gabah yang tidak ada juga diperkirakan mencapai 90719 kilogram.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved