Breaking News:

Mimpi ke Mekah di Malam Jumat, Warga Sumedang yang Tinggal di Rumah Reyot Dapat Perbaikan Rumah

Dia mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni (rutilahu) dari program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 dari Kodim 0610/Sumedang.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin
Anggota TNI saat meninjau progres pembangunan Rutilahu dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Cece Casmana (39) warga Dusun Sangkup, RT 4/3, Desa Karyamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, tampak begitu bahagia saat rumahnya yang reyot, kini bisa diperbaiki secara gratis oleh anggota TNI.

Dia mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni  (rutilahu) dari program Tentara Manunggal Membangun Desa ( TMMD) ke-110 dari Kodim 0610/Sumedang.

Cece memang berhak mendapat bantuan rehab rutilahu karena selama puluhan tahun tinggal di rumah panggung sederhana yang kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan sudah nyaris ambruk.

Baca juga: Penutupan Jalan di Kota Bandung Diperluas Selama Libur Panjang Akhir Pekan Ini hingga 35 Titik

Baca juga: Lesti Kejora Ungkap Kekasih Sering Kepoin Mantannya, Rizky Billar Salahkan Kru: Habis Ini Berantem

Saat ini, rumah Cece menjadi rumah permanen dengan ukuran 6 x 8 meter persegi dan sudah dibangun selama 3 hari, sehingga dia sudah tak sabar untuk menempati rumah barunya itu.

Cece mengatakan, sejak kecil hingga sekarang berumah tangga, dirinya tinggal di rumah panggung yang memang masuk kategori rutilahu dan harus sudah perbaiki, tetapi tidak memiliki biaya.

"Ini juga rumah peninggalan kakek saya, belum pernah diperbaiki sama sekali," ujar Cece saat ditemui di rumahnya yang saat ini tengah diperbaiki.

Selama tinggal di rumah reyot yang nyaris ambruk itu, Cece hanya bekerja sebagai pedagang sosis bakar,
kuli bangunan, dan menjadi buruh tani dengan penghasilan rata-rata Rp 50 hingga Rp 70 per hari.

"Jadi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja dan biaya sekolah satu anaknya saya yang baru kelas 6 SD," katanya.

Cece mengatakan, sebelum menerima kabar bahwa dirinya mendapat bantuan rehab rutilahu, ia sempat ber mimpi pergi ke tanah suci Mekah dan melihat Kabah, tepatnya pada malam Jum'at.

Kemudian, pada pagi harinya Cece menceritakan mimpinya itu kepada istrinya. Tak berselang lama, tepatnya pada malam hari, dia dihubungi kepala dusun, bahwa ia mendapat bantuan rehab rutilahu.

"Masih nggak percaya saya dapat bantuan. Itu kan bantuannya Rp 10 juta, Istilahnya kalau kerja bisa lima tahun lebih baru bisa dapat uang segitu. Makannya berskur banget sama Allah SWT," ucap Cece.

Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi Mabes AD, Kolonel Inf Wawan Erawan meninjau langsung sasaran pembangunan dalam program TTMD Kodim 0610/Sumedang tersebut, termasuk meninjau proses pembangunan rumah milik Cece.

Selain itu, Wawan juga meninjau proses pembangunan rehab Masjid Nurul Iman dan pembangunan ruas jalan antar dusun di Dusun Cilutung.

"Saya ditunjuk Kasad melaksanakan pengawasan dan evaluasi TMMD di Kabupaten Sumedang," kata Wawan.

Wawan mengatakan, dari hasil peninjauan, itu proses pembangunan fisik TMMD ke-110 dipastikan berjalan lancar dan semua pembangunan termasuk membangun rumah Cece, bisa selesai pada akhir Maret 2021.

Atas hal tersebut, pihaknya berharap semua proses pembangunan fisik yang dikerjakan selama pelaksanaan program TMMD ini bisa dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat.

"Jalan yang dibuat mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun kesejahteraan yang lain," ucapnya.

Baca juga: Kesal Nadya Arifta Dituding Jadi Pelakor Antara Kaesang dan Felicia, Sang Paman Sindir Ibu Feli

Baca juga: Ibu dan Bapak di Bandung Tega Jual Anak Gadis ke Pria Hidung Belang hingga Tewas di Bunuh Pelanggan

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved