Breaking News:

Bupati Indramayu Nina Agustina Janji Segera Bongkar Pagar yang Membatasi Alun-alun Indramayu

Dalam hal ini, ia juga berjanji akan mempercantik Alun-alun Indramayu kedepannya agar nyaman dikunjungi.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Bupati Indramayu terpilih, Nina Agustina Dai Bachtiar saat meninjau lokasi situs Makam Raden Bagus Aria Wiralodra yang berlokasi di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jumat (22/1/2021). 

"Nanti kita pikirkan juga penempatan tukang jualan dimana, karena kan kita harus benar-benar menjaga, bagaimana pun Pendopo ini merupakan kantor Bupati, ikon daerah," ucapnya.

Pembongkaran pagar Alun-alun ini, disampaikan Nina Agustina masuk dalam salah satu dari 10 program unggulan 100 hari kerja Nina Agustina dan Lucky Hakim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu.

Dalam program Alun-alun Rakyat (Alu-R), Nina Agustina ingin Alun-alun Indramayu dapat menjadi simbol kedekatan antara warga dan pemimpinnya.

Di sana, masyarakat bisa berinteraksi langsung dengannya maupun Lucky Hakim dalam menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah.

"Program ini akan diawali dengan membongkar seluruh pagar Alun-alun," ujarnya.

10 Program Prioritas

Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Nina Agustina-Lucky Hakim melaunching program unggulan di 100 hari kerja.
Launching itu dilakukan di Pendopo Indramayu dan disaksikan oleh seluruh kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Indramayu, Selasa (9/3/2021).
Bupati Indramayu, Nina Agustina mengatakan, ada 10 program unggulan yang dipilih dirinya bersama Lucky Hakim untuk program 100 hari kerja pertama dalam memimpin wilayah Pantura Jabar tersebut.
"Sebetulnya bukan dipilih 10 ya, sebenarnya program Indramayu tidak hanya 10. Hampir semua harus diperbaiki," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
Nina Agustina menyampaikan, 10 program ini sengaja dipilih sebagai gambaran awal dalam membenahi Kabupaten Indramayu.
Pihaknya pun akan melakukan percepatan dalam menjawab semua persolan tersebut.
Hal ini sejalan dengan visi misi Indramayu Bermartabat (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur, dan Hebat) sebagaimana yang dicanangkan keduanya saat masa kampanye.
"Makanya kita pilih 10 dulu yang benar-benar prioritas walau sebenarnya semuanya prioritas untuk Indramayu," ujarnya.
Berikut 10 program unggulan yang menjadi prioritas di 100 hari kerja Nina-Lucky sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu:
1. Indramayu Cepat Tanggap (I-Ceta)
Sebuah program untuk memberikan solusi pertolongan pertama bagi permasalahan kemanusiaan dan kedaruratan. 
Warga bisa melapor melalui nomor telepon, whatsApp, facebook, instagram, atau twitter.
2. Lebu Digital (Le-Dig)
Sebuah program untuk mewujudkan smart village atau desa cerdas dengan dilakukan pemasangan Wifi di setiap balai desa yang terintegrasi dengan program I-Ceta.
3. Desa Kabeh Terang (De-Kat)
Sebuah program untuk mengurangi angka kriminalitas dan kecelakaan, yakni dengan membangun sebanyak 1.000 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di tingkat desa.
4. Alun-alun Rakyat (Alu-R)
Sebuah program untuk mengembalikan Alun-alun Pendopo Kantor Bupati Indramayu sebagai ikon yang menyimbolkan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya, program ini akan diawali dengan membongkar seluruh pagar Alun-alun.
5. Dokter Masuk Rumah (Dok-Maru)
Sebuah program pelayanan kesehatan yang menghadirkan bentuk pelayanan langsung ke rumah warga. 
6. Perempuan Berdikari (Pe-Ri)
Sebuah program pemberdayaan ekonomi yang diberikan kepada perempuan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam bentuk pelatihan keterampilan dan pemberian modal.
7. Kredit Usaha Warung Kecil (Kruw-Cil)
Sebuah program yang memberikan kredit kepada warung kecil dan UMKM untuk mendorong perekonomian wong cilik melalui kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) daerah yang nominalnya mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 5 juta.
8. Berjamaah Subuh Keliling (Ber-Suling)
Sebuah program berjamaah subuh keliling yang dilakukan di kecamatan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat di pedesaan, serta mendengar suara, keluhan, dan masukan dari masyarakat.
9. Kejar Paket (Ja-Ket)
Program kejar paket yang meliputi kolompok belajar Paket A, B, dan C yang diselenggarakan pemerintah untuk pemerataan.
10. Lacak Aset Daerah (La-Da)
Program yang bertujuan untuk mendata dan menginventarisasi barang milik daerah (BMD), sehingga aset-aset yang dikuasi oleh pemerintah daerah dapat lebih tertata dan lebih termanfaatkan serta dapat dipertanggungjawabkan dan lebih diberdayakan oleh perangkat daerah.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved