Breaking News:

Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kab Bandung Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan Belum Juga Dilantik

Dadang mengungkapkan, terkait pelantikan, dilihat dari jadwal keputusan final meunggu dari Mahkamah Konstitusi.

KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA
Pasangan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan: Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kab Bandung Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan Belum Juga Dilantik 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung terpilih Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan belum juga dilantik.

Dadang mengungkapkan, terkait pelantikan, dilihat dari jadwal keputusan final meunggu dari Mahkamah Konstitusi.

"Kita tunggu tanggal  8-18 Maret itu adalah RPH (rapat permusyawaratan hakim), tanggal 19-23 Maret nya, adalah  putusan final, apapun keputusan finalnya akan dilaksanakan dan disampaikan," ujar Dadang, di Hotel Sunshine, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Wanita Ini Menderita Tumor Payudara, Ternyata Penyebabnya Hampir Setiap Hari Konsumsi Makanan Ini

Baca juga: Merinding, Ternyata Kucing Peliharaan Kita di Rumah Bisa Melihat Sosok Gaib, Bagaimana Caranya?

Dadang mengatakan, insya Allah, setelah itu akan mendorong rapat pleno, dan langsung paripurna untuk penetapan, lalu diusulkan kepada Mendagri.

"Sehingga insya Allah, bulan ini kita akan ada pelantikan kurang lebih akhir Maret," kata Dadang.

Dadang mengku, yakin untuk pelantikan dirinya dan Sahrul Gunawan, menjabat sebagai Bupati dan wakil Bupati Bandung

"Saya yakin ya karena kami sebagai terkait, bukan penggugat atau tergugat, bukan sebagai termohon  tapi sebagai terkait," tuturnya.

Dadang menegaskan, yang termohon itu kan KPU, bukan pihaknya.

"Jadi mohon diingat yah, kalo kemarin ada informasi segala macam, mohon dicatat dan diingat saya paslon 3 sudah ditetapkan oleh KPU tanggal 15 Desember 2020," ujarnya.

Artinya, kata Dadang, jadi bukan dirinya dilaporkan ke MK.

"Tapi yang dilaporkan ke MK itu adalah KPU,  mohon digarisbawahi yah," ucapnya.

Baca juga: Ternyata Mantan Kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga Pernah Berseragam Persindra Indramayu

Baca juga: Cinta Terlarang Berujung Maut, Suami Murka Tau Sang Istri Selingkuh dengan Tetangga Sendiri

Jadi Ketua DPC PKB

 Meski belum lama menjadi kader PKB Dadang Supriatna, dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung.

Dadang ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB menggantinkan Cucun Ahmad Syamsurijal, secara aklamasi, pada Muscab, yang digelar di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (7/3/2021).

Sebelumnya Dadang merupakan Kader Partai Golkar, namun sebelum Pilkada Bandung 2020, ia pindah ke PKB. Lalu ia menjadi Calon Bupati Bandung, yang diusung oleh PKB.

Pada Pilkada Bandung, Dadang bersanding dengan Sahrul Gunawan, dan berhasil meraih kemenangan telak, dengan jumlah suara jauh diatas lawannya. Kini ia juga mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua DPC PKB.

"Saya sebagai kader, dan sudah resmi, mesuk PKB," kata Dadang, saat Muscab.

Dadang mengaku, pada dua bulan lalu menjadi Wakil Ketua DPW PKB Jabar, dan berharap dalam pelaksanaan Muscab tersebut bisa berjalan baik,  lancar, dan melahirkan sebuah keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi umat. 

"Selama ada kepercayaan, insya Allah kita sama-sama membangun Kabupaten Bandung," ujar Dadang.

Dadang menargetkan,  pada pileg 2024 mendatang minimal bisa meraih 12 kursi di DPRD Kabupaten Bandung. Sebelumnya, PKB hanya mendapatkan 6 kursi di DPRD Kabupaten Bandung.

Tenetu, kata Dadang, ntuk mengejar target itu melalui langkah-langkah strategis.

"Kami tetap solid dengan parpol koalisi, dan saya siap menempatkan diri di mana menjadi kader PKB. Termasuk menempatan diri sebagai bupati maupun pembina partai politik, dan akan melakukan secara profesional," ucapnya.

Suara Terbanyak

Penghitungan suara Pilkada Kabupaten Bandung 2020, digelar di Kantor KPU Kabupaten Bandung, Selasa (15/12/2020) dari pagi hingga malam hari.

Akhirnya dipastikan pasangan calon nomor urut 3, Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan, berhasil meraih suara terbanyak di Pilkada Kabupaten Bandung dengan jumlah suara sebanyak 928.602 suara.

Disusul oleh pasangan nomor 1, pasangan Kurnia Agustina dan Usman Sayogi dengan jumlah suara yang didapatkan sebanyak 511.413 suara.

Posisi terakhir pasangan nomor urut 2, yakni pasangan calon Yena Iskandar Masoem dan Atep, yang mendapatkan jumlah suara sebanyak 217. 780.

Adapun jumlah suara sah sebanyak 1.657.795, sedangkan jumlah suara yang tidak sah 53.847.

Adapun total suara yang terpakai, dari suara sah dan tidak sah 1.711. 642 suara.

Jumlah surat suara yang tidak digunakan sebanyak 704.547, jumlah surat suara yang digunakan sebanyak 1.711.642, surat suara yang dikembalikan atau rusak 1.179, dan jumlah surat suara yang diterima termasuk surat suara cadangan, sebanyak 2.417.368.

Baca juga: Kiwil Digugat Cerai Rohimah, Nasibnya Kontras dengan Mantan Istri, Meggy Justru Bahagia Resmi Nikah

Baca juga: Kejar Harta Warisan Lina, Teddy Pardiyana Mengaku Didatangi Preman: Nyawa Taruhannya Sekarang

Tiga Prioritas Dadang

Terdapat tiga prioritas pemenuhan hak pelayanan masyarakat Kabupaten Bandung, yang akan dilakukan Dadang Supriatna, setelah dilantik menjadi Bupati Bandung.
Dadang mengatakan, pelayanan masyarakat ada tiga indikator yang harus diperjuangkan dan harus dilakukan.
"Ini merupakan hak dasar masyarakat Kabupaten Bandung," ujar Dadang, di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (8/1/2020).
Menurut Dadang, ketiga sektor itu merupakan indikator dalam peningkatan indeks pembangunan masyarakat (IPM), yakni kesehatan, pendidikan, dan peningkatan daya beli masyarakat.
"Di Kabupaten Bandung kekurangan 2.000 unit tempat rawat inap, insya Allah nanti, akan kita hadirkan," ujar Dadang.
Dadang mengaku, untuk itu pihaknya berencana akan membangun lima rumah lagi di Kabupaten Bandung.
"Lima rumah sakit di lima titik di Kabupaten Bandung," katanya.
Dadang mengungkapkan, lalu yang kedua adalah pelayanan pendidikan.
"Berdasar data BPS rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung 8,79 tahun, yang artinya masih banyak yang tidak tamat SMP. Maka masih diperlukan pembangunan sarana dan prasarana SMP dan SMA (atau sederajatnya)," tuturnya.
Ketiga adalah upaya peningkatan daya beli masyarakat, Dada memaparkan, seperti dengan memberikan bantuan kepada ustad dan ustadzah.
"Kami akan menganggarkan, Rp 100 milyar pertahun, karena banyak ustadnya, jumlahnya sekitar 20 ribu orang. Plus agama lainnya seperti pendeta dan lainnya, kami juga tak mngesampingkan yang lain," kata dia.
Selain itu, kata Dadang, bantuan RW sebesar Rp100 juta, di mana Rp60 juta untuk modal usaha kecil dan Rp40 juta untuk bantuan pembangunan infrastruktur.
"Saya minta teknisnya yang amanah, jangan sampai tak digulirkan ke masyarakat. Harapan saya itu digulirkan di rw masing-masing sehingga ke depan, masyarakat Kabupaten Bandung, tak ada lagi yang nganjuk (meminjam uang)  ka bank emok," ucapnya.
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved