Breaking News:

Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kab Bandung Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan Belum Juga Dilantik

Dadang mengungkapkan, terkait pelantikan, dilihat dari jadwal keputusan final meunggu dari Mahkamah Konstitusi.

KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA
Pasangan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan: Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kab Bandung Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan Belum Juga Dilantik 

Jumlah surat suara yang tidak digunakan sebanyak 704.547, jumlah surat suara yang digunakan sebanyak 1.711.642, surat suara yang dikembalikan atau rusak 1.179, dan jumlah surat suara yang diterima termasuk surat suara cadangan, sebanyak 2.417.368.

Baca juga: Kiwil Digugat Cerai Rohimah, Nasibnya Kontras dengan Mantan Istri, Meggy Justru Bahagia Resmi Nikah

Baca juga: Kejar Harta Warisan Lina, Teddy Pardiyana Mengaku Didatangi Preman: Nyawa Taruhannya Sekarang

Tiga Prioritas Dadang

Terdapat tiga prioritas pemenuhan hak pelayanan masyarakat Kabupaten Bandung, yang akan dilakukan Dadang Supriatna, setelah dilantik menjadi Bupati Bandung.
Dadang mengatakan, pelayanan masyarakat ada tiga indikator yang harus diperjuangkan dan harus dilakukan.
"Ini merupakan hak dasar masyarakat Kabupaten Bandung," ujar Dadang, di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (8/1/2020).
Menurut Dadang, ketiga sektor itu merupakan indikator dalam peningkatan indeks pembangunan masyarakat (IPM), yakni kesehatan, pendidikan, dan peningkatan daya beli masyarakat.
"Di Kabupaten Bandung kekurangan 2.000 unit tempat rawat inap, insya Allah nanti, akan kita hadirkan," ujar Dadang.
Dadang mengaku, untuk itu pihaknya berencana akan membangun lima rumah lagi di Kabupaten Bandung.
"Lima rumah sakit di lima titik di Kabupaten Bandung," katanya.
Dadang mengungkapkan, lalu yang kedua adalah pelayanan pendidikan.
"Berdasar data BPS rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung 8,79 tahun, yang artinya masih banyak yang tidak tamat SMP. Maka masih diperlukan pembangunan sarana dan prasarana SMP dan SMA (atau sederajatnya)," tuturnya.
Ketiga adalah upaya peningkatan daya beli masyarakat, Dada memaparkan, seperti dengan memberikan bantuan kepada ustad dan ustadzah.
"Kami akan menganggarkan, Rp 100 milyar pertahun, karena banyak ustadnya, jumlahnya sekitar 20 ribu orang. Plus agama lainnya seperti pendeta dan lainnya, kami juga tak mngesampingkan yang lain," kata dia.
Selain itu, kata Dadang, bantuan RW sebesar Rp100 juta, di mana Rp60 juta untuk modal usaha kecil dan Rp40 juta untuk bantuan pembangunan infrastruktur.
"Saya minta teknisnya yang amanah, jangan sampai tak digulirkan ke masyarakat. Harapan saya itu digulirkan di rw masing-masing sehingga ke depan, masyarakat Kabupaten Bandung, tak ada lagi yang nganjuk (meminjam uang)  ka bank emok," ucapnya.
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved