Breaking News:

Kecelakaan di Tol Cipularang

Warga Jakarta dan Yogyakarta Jadi Korban Kecelakaan Minibus Vs Truk Tronton di Tol Cipularang  

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, Sabtu (6/3/2021) siang.

Editor: dedy herdiana
Istimewa/Tribunjabar.id
Kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang tepatnya di KM 79.300 B, Sabtu (6/3/2021) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, Sabtu (6/3/2021) siang.

Kecelakaan yang terjadi di KM 79.300 B, ini melibatkan dua kendaraan, yakni antara truk tronton dengan minibus. 

Adapun akibat kecelakaan itu selain membuat dua kendaraan rusak juga menimbulkan korban luka berat dan ringan yang di antaranya merupakan warga asal Jakarta dan Yogyakarta.

Baca juga: Kecelakaan Maut Terjadi di Tol Cipularang KM 89, Wahyono Tewas Ditabrak Truk Tronton Saat Ganti Ban

Baca juga: Anak Tewas Kecelakaan, Aong Tak Puas Terdakwa Hanya Dihukum 2 Tahun Penjara, Berharap Bisa Lebih

Baca juga: Anggota TNI di Bulukumba Babak Belur Dihajar 5 Pria Bertopeng & Pakai Badik, Pelaku Langsung Kabur

Kepala Induk PJR Cipularang, AKP Stanlly Soselisa menerangkan truk tronton yang terlibat bernomor polisi F 9888 DP yang dikemudikan Heri Kiswanto (31) warga Sukabumi dengan minibus bernomor polisi AB 1817 LJ yang dikemudikan Aris Yulianto (47) warga Bantul.

"Jumlah korban kecelakaan ini ada empat orang, di antaranya luka berat tiga orang dan luka ringan satu orang," katanya.

Adapun penyebab kecelakaan, kata AKP Stanlly, ialah dikarenakan pengemudi mengantuk.

Ketika ditanyakan kronologis kejadian, AKP Stanlly menjelaskan awalnya truk tronton datang dari arah Bandung menuju Jakarta.

Setibanya di lokasi menurut keterangan pengemudi tronton, kendaraan minibus datang dari lajur 2 yang kemudian oleng ke kiri dengan dugaan pengemudi minibus itu mengantuk sehingga menabrak belakang kanan tronton yang saat itu berada di lajur 1.

"Kami langsung mendata identitas pengemudi juga kendaraan. Kemudian mengevakuasi korban ke RS Ramahadi Purwakarta," katanya.

Baca juga: Jack Sparrow KW Asal Cirebon Sudah Keliling Dunia Jadi Tukang Cukur

Baca juga: Kisah Anggota Polisi di Majalengka, Tak Sungkan Beri Makan ODGJ, Tuai Pujian Warga

Berikut identitas para korban:

1. Siti Umaroh (luka berat) (43) warga Jalan Lenteng Agung, Kebagusan Kecil, Jakarta Selatan.

2. Halim (luka berat) (50) alamat Cinere, Jakarta Selatan.

3. Aris Yulianto (luka berat) (47) alamat Bantul, DI Yogyakarta.

4. Satria (luka ringan) (12) alamat Bantul, DI Yogyakarta.

Kecelakaan Sehari Sebelumnya

Sehari sebelumnya kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Cipularang KM 89.700 B wilayah Sukatani, Purwakarta, Jumat (5/3/2021).

Peristiwa kecelakaan maut tersebut melibatkan kendaraan truk tronton bernomor polisi Z 8186 AH dengan truk lainnya bernomor polisu B 9512 DY.

Kanit laka lantas Polres Purwakarta, Ipda Jamal Nasir menjelaskan kronologi, kejadian awalnya ialah saat truk tronton datang dari arah Bandung menuju ke arah Jakarta setibanya di TKP yang kondisi jalan lurus menabrak bagian sisi kanan belakang kendaraan truk lainnya yang tengah berhenti di bahu jalan.

Baca juga: Ketua DPC Demokrat Cianjur Kutuk Keras Siapapun yang Hadir di KLB: Kami Tak Mungkin Jadi Pengkhianat

Baca juga: Bacaan Sholawat Rajabiyah Beserta Artinya, Mohon Agar Bisa Dipertemukan Lagi Dengan Bulan Ramadan

"Ketika menabrak truk itu kemudian truk tronton juga menabrak pengemudi truk yang sedang berhenti mengganti ban kanan belakang," katanya.

Setelah tertabrak truk tronton, pengemudi yang diketahui berbama Wahyono (51) meninggal dunia di RS Abdul Radjak Purwakarta.

Selain itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan maut tersebut mengalami kerusakan. Identitas korban meninggal dunia ini ialah warga Kampung Cipinang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

"Korban sudah dibawa oleh keluarganya ke rumah duka untuk disemayamkan," ujarnya. 

Cegah Kecelakaan

 Ruas Tol Cipularang terbentang mulai Cikampek-Purwakarta-Padalarang selesai dibangun pada akhir April 2005 dengan memiliki kontur jalan naik-turun serta memiliki banyak jembatan yang panjang juga tinggi.

Memasuki musim hujan dan akhir-akhir ini kerap terjadi cuaca ekstrem, membuat PT Jasa Marga telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi pada hal-hal yang tak diinginkan.

Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad, Irra Susiyanti mengaku pihaknya telah menyiapkan rambu-rambu dan marka jalan, serta memastikan keberfungsiannya.

"Fasilitas lainnya sebagai langkah antisipasi terhadap adanya kecelakaan, seperti rumble strip, LED Chevron, Roller Barrier, dan lajur darurat atau emergency escape telah kami pasang. Kami juga siagakan petugas layanan jalan tol 24 jam, seperti mobile customer service, derek, rescue, ambulans, dan water tank," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (21/2/2021).

Tak hanya itu, Irra menyebut Jasamarga selalu memperhatikan performa jalan tol yang dikelola mereka dengan selalu melakukan pemeliharaan jalan dengan SFO dan patching, serta penanganan lubang maksimal 2x24 jam sesuai standar pelayanan minimal.

Ketika disinggung terkait perhatian khusus terhadap titik-titik yang kerap terjadi kecelakaan, seperti yang dikatakan Kepala Induk PJR Cipularang, AKP Stanlly Soselisa yakni berada di KM 100 arah Bandung-Jakarta begitu sebaliknya, Irra menegaskan pihaknya telah mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi terjadinya kecelakaan

"Pada titik-titik yang berpotensi itu kami telah menambah rambu dan marka jalannya agar pengguna jalan lebih waspada," katanya. 

Sebelumnya, AKP Stanlly Soselisa telah mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati berkendara saat melintas di jalan Tol Cipularang terlebih ketika kondisi sedang hujan.

"Kami bersama Jasa Marga mengantisipasi titik-titik rawan genangan air dan longsor yang ada di Tol Cipularang. Sejauh ini situasi Tol Cipularang masih kondusif dan aman terkendali," katanya.

Curah hujan yang tinggi, kata AKP Stanlly, pengendara mesti melajukan kendaraannya maksimal 80 kilometer per jam dan minimal 60 kilometer per jam.

Selanjutnya, untuk hindari tabrak belakang, AKP Stanlly meminta pengendara menjaga jarak aman dengan kendaraan lain yang berada di depannya antara 50 sampai 100 meter, dan tetap menjaga konsentrasi saat berkendara, dengan pastikan pandangan jalan terlihat dengan jelas.

"Terpenting berdoa sebelum pergi dan jangan memaksakan mengemudi ketika kondisi lelah atau mengantuk. Lebih baik istirahat di rest area yang ada di sepanjang tol," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved