Virus Corona Mewabah
Mal di Kota Bandung Tutup Pukul 21.00, Jalan Merdeka Ditutup Pukul 21.00, Ema Sumarna Bilang Begini
Penutupan beberapa ruas jalan di Kota Bandung masih dilakukan berkenaan usaha menekan angka penyebaran Covid-19.
Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Penutupan beberapa ruas jalan di Kota Bandung masih dilakukan berkenaan usaha menekan angka penyebaran Covid-19.
Namun, jadwal penutupan jalan itu kemungkinan akan berubah.
Bukan cuma penutupan jalan, perubahan lain juga dilakukan, misalnya mengenai waktu penutupan gym.
Hal itu dikatakan Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, berdasarkan rapat terbatas (ratas).
"Perubahan di antaranya jam operasional gym olahraga yang semula (mulai) pukul 08.00 diubah jadi pukul 06.00, " ujar Ema seusai ratas di Balai Kota, Jumat (5/3/2021).
Penutupan jalan juga jadi pertimbangan khususnya jalan yang ada pusat perbelanjaan bakal ditutup mulai pukul 21.00 karena jika ditutup pukul 18.00, maka tak ada lagi yang berbelanja.
"Jalan Merdeka semula ditutup jam 18.00 diusulkan ditutup jam 21.00. tapi kebijakan ada di kepolisian," ujar Ema.
Ema mengusulkan penutupan jalan di Jalan Lengkong pukul 21.00 karena terjadi kerumunan kuliner.
"Pemkot bukan melarang orang mencari nafkah, tapi kesehatan lebih penting," ujarnya.
Sedangkan relaksasi diberikan kepada pertunjukan kesenian dan tempat bermain anak sudah diperbolehkan buka, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan.
Kota Bandung sejauh ini masih berada di level risiko sedang penyebaran Covid-19.
Angka kumulatif kasus Covid-19 adalah 13.253 per 4 Maret 2021.
Ema mengatakan angka dan persentasi kasus konfirmasi mengalami kenaikan sebesar 15,9 persen di mana lebih tinggi dibandingkan Nasional (7,74 persen) dan Provinsi (14,8 persen).
Hal ini menunjukkan transmisi penyebaran Covid-19 di Kota Bandung masih tinggi.
Namun di sisi lain Ema merasa bersyukur penambahan angka kesembuhan yang signifikan dalam dua pekan terakhir mencapai 1.442 orang.
Sehingga menyisakan data konfirmasi aktif di Kota Bandung, saat ini berada di angka 1.250 orang.
Sementara angka kematian saat ini sebanyak 247 orang.
Ema mengatakan, peningkatan angka kesembuhan didorong karena tingginya jumlah konfirmasi positif yang tidak bergejala/bergejala ringan sehingga membutuhkan waktu penyembuhan yang relatif cepat, tidak sampai 14 hari.
"Dalam dua pekan ini terjadi penurunan positif rate dari 17,76 persen menjadi 13,74 persen. Standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 5 persen.," ujar Ema.
Ema mengatakan, penyebaran Covid-19 masih tinggi karena mobilitas masyarakat yang masuk dan keluar Kota Bandung tinggi, tapi tidak diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. (*)