Breaking News:

Purwakarta Siap Laksanakan KBM Tatap Muka, tapi Tunggu Dulu Instruksi Bupati, Uji Coba di 3 Wilayah

Purwakarta sudah bersiap untuk menggelar KBM tatap muka. Ada tiga kecamatan yang gelar uji coba.

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah siswa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengikuti uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SMPN 2 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota sudah di bawah satu. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto menyebut kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Purwakarta telah siap mulai penyiapan regulasi standar operasional prosedur (SOP), hingga ke modul pembelajaran dan fasilitas pendukung lainnya.

Tak hanya itu, Purwanto juga mengatakan semua tenaga pendidikan sudah mendapatkan vaksin hingga nanti Juni 2021.

Kelengkapan persiapan KBM tatap muka, kata Purwanto, sudah dipersiapkan sebelum adanya penundaan KBM tatap muka.

"Kemarin, kan, sudah dimulai vaksinasi ke tenaga pendidikan mulai guru, tata usaha, sampai penjaga sekolah. Jadi, ya, tinggal mantapkan pelaksanaannya," katanya, Kamis (4/3/2021).

Ada tiga kecamatan, kata dia, yang akan dilakukan ujicoba KBM tatap muka, yakni Kecamatan Maniis, Kecamatan Sukasari, dan Kecamatan Kiarapedes.

Kemungkinan, Purwanto menyebut Juni 2021 bisa bertambah jumlah wilayahnya tergantung hasil evaluasi.

"Kecamatan kota sudah siap juga, kok, gelar KBM tatap muka. Tapi, kembali ke kepala daerah apakah diizinkan atau tidak. Bisa saja rekomendasi pelaksanaan tatap muka parsial sifatnya alias tidak semua wilayah," katanya 

Anggota DPR RI Komisi X, Syaiful Huda mengatakan KBM tatap muka sebenarnya sudah diperbolehkan baik di luar zona hijau.

Semua itu tergantung pada inisiatif dari pemerintah daerahnya masing-masing dan Satgas Covidnya, serta orang tua siswa.

"Jika semua sudah setuju ya maka jalan. Saya, sih, mendorong untuk secepatnya sekolah dibuka lagi. Karena, anak-anak seperti tidak belajar atau lost learning sehingga harus diakui pembelajaran jarak jauh itu efektifnya hanya 30 persen. Jadi, jika ada yang klaim PJJ efektif 60-70 persen itu bohong," ujarnya.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved