Breaking News:

Kabar Selebritas

Buku Diet Tya Ariestya Tuai Kontroversi, Yulia Baltschun Ungkap Sisi Bahaya Diet Tya: Blacklist Aja!

Buku diet karya artis Tya Ariestya kini menuai kontroversi dari berbagai pihak. Kritikan dilayangkan Youtuber Yulia Baltschun.

Penulis: Mutiara Suci Erlanti
Editor: Mutiara Suci Erlanti
dok. instagram/tya_ariestya
Tya Ariesta sukses menurunkan berat badan 

Diet karbohidrat tak boleh sembarangan, bukan sekedar mengurangi nasi

Diet dengan mengurangi asupan karbohidrat nasi putih sedang digandrungi banyak orang.

Ya, mengurangi makan nasi kerap dijadikan senjata ampuh oleh banyak orang untuk mencapai tujuan pengurangan berat badan.

 Penderita Diabetes Disarankan Konsumsi Deretan Makanan Ini, Kadar Gula Darah Bakal Terkendali

Diet mengurangi asupan nasi memang sudah banyak terbukti keberhasilannya.

Ilustrasi turun berat badan
Ilustrasi turun berat badan (MEDICAL NEWS TODAY)

Namun, sebelum melakukan pengurangan porsi makan nasi, sudahkah Anda mengenali apa saja bahaya dan manfaat jika kita mengurangi makan nasi?

Dilansir Tribuncirebon.com dari doktersehat.com, berikut manfaat dan bahayanya jika kita mengurangi makan nasi.

Mengapa mengurangi nasi disebut sehat dan baik untuk mengurangi berat badan?

Nasi merupakan bahan makanan pokok, atau sumber karbohidrat, yang paling banyak dan umum dikonsumsi di Indonesia.

Bahkan, sebagian besar orang sudah sangat terbiasa makan nasi dan beranggapan bahwa jika belum makan nasi berarti sama dengan belum makan.

Kondisi ini tentu membuat nasi seakan menjadi makanan yang tidak bisa ditinggalkan atau digantikan.

 Anda Punya Tekanan Darah Tinggi ? Segera Lakukan 5 Pertolongan Ini Sebelum Terkena Stroke

Padahal nasi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi akan kandungan kalori dan energi.

Belum lagi, jika nasi dikonsumsi berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhannya.

Tentu hal ini akan membuat konsumsi nasi berlebihan yang akan membuat penyimpanan karbohidrat dan lemak dalam tubuh juga menjadi meningkat.

Untuk itu, mengurangi frekuensi maupun porsi nasi, mampu menekan asupan energi yang tinggi dan cenderung berlebihan jika porsi nasi tidak terkontrol.

Selain itu, nasi sebagai sumber karbohidrat jika asupannya dikurangi juga akan menyebabkan terjadinya kondisi ketosis dalam tubuh.

Lantas, apa saja manfaat yang akan kita rasakan saat mengurangi makan nasi?

Berikut beberapa manfaat yang akan kita rasakan jika mengurangi atau menghilangkan sama sekali konsumsi nasi:

1. Nafsu makan menjadi berkurang
Kondisi ketosis, atau asupan karbohidrat yang rendah, dapat menekan hormon pengatur rasa lapar.

Hal ini juga akan dipicu dengan konsumsi makanan selain karbohidrat yang lebih banyak, yaitu buah, sayur, kacang, yang lebih banyak mengandung serat ketimbang nasi.

2. Berat badan berkurang
Asupan nasi yang dikurangi tentu akan menyebabkan simpanan cadangan energi, berupa lemak, dalam tubuh dipecah lebih banyak.

Kondisi ini tentu mendukung berkurangnya kadar lemak total dalam tubuh yang berkontribusi pada penurunan berat badan.

3. Membuat tubuh lebih berkonsentrasi
Kondisi ketosis yang membuat lemak dalam tubuh dipecah lebih banyak terbukti mampu membuat tubuh mengatur energi dalam tubuh dan otak menjadi lebih efisien.

Sehingga hal ini justru akan membuat otak bisa bekerja lebih baik dalam berkonsentrasi dan fungsi mengingat.

 MANFAAT Masker Kunyit Ampuh Hilangkan Bekas Jerawat Hingga Kurangi Kerutan Pada Wajah

Akan tetapi,  konsumsi nasi secara berlebihan juga bisa berbahaya, diantaranya menyebabkan:

1. Tubuh menjadi lemas
Nasi adalah salah satu jenis karbohidrat yang bisa memberi asupan energi yang mudah cerna.

Hal ini tentu membuat pengurangan konsumsi nasi akan menyebabkan tubuh menjadi lemas karena tubuh masih memerlukan waktu untuk memecah cadangan energi, yaitu lemak, dalam tubuh.

Untuk itu, jika sedang mengurangi makan nasi, usahakan kontrol asupan gizi tubuh dengan konsumsi gizi lain misalnya cairan atau elektrolit.

2. Sulit tidur atau insomnia
Kondisi ketosis yang berlebihan bisa menyebabkan tubuh merasa sangat lapar. Bahkan bisa memicu tubuh menjadi terbangun di malam hari dan sulit untuk tidur lagi.

Untuk itu, selalu usahakan asupan dari zat gizi lai

 Bopeng & Bekas Jerawat Parah Minggat dari Wajahmu, Bisa Kembali Kinclong, Mau? Ini Rahasianya

n tetap terpenuhi agar tubuh bisa memiliki sumber energi selain karbohidrat.

3. Bau mulut
Kondisi ketosis yang berlangsung lama dapat menyebabkan timbulnya bau mulut karena pemecahan lemak yang cukup besar dalam tubuh.

Hal ini disebabkan adanya peningkatan produksi senyawa aseton pada urin dan nafas.

Kondisi ini merupakan kondisi adaptasi perubahan penggunaan cadangan energi dalam tubuh.

Tips Diet Kurangi Nasi 

Menurut riset terbaru, ada keterkaitan antara mengonsumsi nasi putih dengan risiko kelebihan berat badan dan penyakit diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, Anda dapat mencoba melakukan diet tanpa nasi untuk menurunkan risiko tersebut.

Dilansir Tribuncirebon.com dari alodokter.com, Sebuah penelitian menemukan bahwa sering mengonsumsi nasi putih mampu meningkatkan risiko menderita penyakit diabetes tipe 2.

Dalam penelitian lain, disebutkan bahwa risiko ini akan meningkat 10 persen pada orang yang tiap hari mengonsumsi nasi putih dalam porsi besar.

Keterkaitan ini ditemukan terutama pada orang-orang di Asia yang mengonsumsi nasi hingga 3-4 porsi sehari.

Mengganti Nasi Putih dengan Biji-bijian Utuh
Cara diet tanpa nasi yang sehat adalah mengganti nasi putih dengan biji-bijian utuh.

Hal ini dipertimbangkan karena nasi putih dapat menyebabkan gula darah naik secara mendadak. Sedangkan biji-bijian utuh adalah jenis makanan yang mengandung serat terlarut.

Oleh karena serat membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses, maka gula akan dilepaskan secara perlahan-lahan sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil.

Tak hanya biji-bijian, nasi putih pun bisa diganti dengan nasi merah atau nasi coklat.

Meski nasi merah dan nasi putih sebenarnya berasal dari biji yang sama, tetapi beras putih diproses dengan penggilingan yang menghilangkan lapisan dedak/kulit padi dan benihnya.

Sementara pada beras merah, lapisan dedak ini tetap ada sehingga bisa menjadikannya terasa lebih keras setelah dimasak, tetapi lebih bernutrisi.

Proses pemurnian inilah yang mengakibatkan beras putih memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan beras merah.

Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat makanan tertentu meningkatkan kadar glukosa di dalam darah.

Inilah sebabnya konsumsi nasi putih lebih cepat memicu naiknya kadar gula darah setelah makan.

Pemrosesan ini juga mengakibatkan hilangnya sejumlah vitamin, mineral, magnesium, dan serat yang dapat menurunkan risiko diabetes.

Melengkapi Diet Tanpa Nasi
Selain mengganti nasi putih dengan biji-bijian utuh, diet tanpa nasi juga harus didukung dengan pola makan yang sehat.

Diabetes tipe 2 berhubungan erat dengan kelebihan berat badan, sehingga sangat penting untuk menjaga pola makan secara keseluruhan.

Ditambah lagi, konsumsi terlalu banyak nasi putih dan sumber karbohidrat lain yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti roti putih atau kentang putih, tidak hanya meningkatkan risiko terkena diabetes, tetapi juga penyakit-penyakit lain, seperti sakit jantung dan stroke.

Di samping diet tanpa nasi, lengkapi menu harian Anda dengan sumber-sumber makanan berikut:

-Kacang-kacangan.

 Sering Alami Kram Perut dan Pusing Saat Haid? Begini Cara Ampuh Untuk Menyembuhkannya

-Makanan sumber vitamin C, seperti tomat, stroberi, dan Mengonsumsi cukup vitamin C diduga mampu mengurangi kadar gula darah puasa dan reaksi peradangan.

-Ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti salmon.

-Sayur-sayuran hijau, karena kaya akan nutrisi dan antioksidan namun rendah kalori dan karbohidrat. (Tribuncirebon.com/Mutiara Erlanti)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved