Breaking News:

Bukan Cuma Si Jaket Putih, Penjual Miras-nya Juga Disikat Polisi, Terkait Penganiayaan Disabilitas

Riki Rusman sendiri dikenal sebagai si Sweater Putih karena saat menganiaya DK memakai sweater putih .

Istimewa
Seorang pria penyandang disabilitas dianiaya pria di Warung Pecel Lele, Dusun Sukamaju, RT 2/9, Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Tiga penjual miras yang berkaitan dengan kasus penganiayaan disabilitas berinisial DK (36) diringkus polisi di Jalan Raya Bandung-Garut, Kamis (4/3/2021).

Ketiga penjual miras berinisial GGS, dan DN sebagai penjual dan penjaga warung serta SCP selaku pemilik warung ini, menjual miras ke pelaku penganiayaan bernama Riki Rusman (36) yang saat ini sudah dibui.

Riki Rusman sendiri dikenal sebagai si Sweater Putih karena saat menganiaya DK memakai sweater putih .

"Penjual miras yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap orang berkebutuhan khusus juga telah kita lakukan tindakan ke polisian," ujar Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo melalui pesan singkat.

Seperti diketahui, aksi penganiayaan yang dilakukan tersangka Riki Rusman terhadap DK itu terjadi di Warung Pecel Lele, Dusun Sukamaju, RT 2/9, Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada 24 Februari lalu.

Eko mengatakan, untuk saat ini ketiga penjual miras tersebut sudah diamankan di Mapolsek Cimanggung dan masih dalam proses penyidikan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

"Sekali lagi diingatkan kepada penjual miras jangan  coba-coba menjual lagi minuman keras atau miinuman yang beralkohol, karena kami akan menindak tegas terhadap pelakunya sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Eko.

Selain menangkap tiga orang penjual miras, kata Eko, pihaknya juga menyita barang bukti berupa tiga buah jerigen berisi 69 liter miras jenis tuak.

"Kemudian, 4 bungkus plastik bening, masing-masing berisi 2 liter tuak dengan total 8 Liter. Lalu 12 bungkus plastik bening, masing-masing berisi ½ liter tuak dengan total 3 liter," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyita bungkus plastik bening, masing-masing berisi 1 liter tuak dengan total 8 liter dan 103 saset Kukubima rasa anggur.

"Lalu kami juga menyitak satu pack plastik bening ukuran 1½ liter merk tomat, 1 corong warna merah dan 1 teko  warna putih," kata Eko.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved