Breaking News:

Virus Corona

Untuk Pertama Kalinya, Tak Ada Zona Merah Covid-19 di Jabar, Kuningan & Majalengka Masuk Zona Kuning

Untuk pertama kalinya sejak setahun ini, Jawa Barat tidak memiliki zona merah atau daerah risiko tinggi penularan Covid-19.

Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan untuk pertama kalinya sejak setahun ini, Jawa Barat tidak memiliki zona merah atau daerah risiko tinggi penularan Covid-19.

"Pertama kalinya dalam setahun ini, tidak ada kota dan kabupaten yang di zona merah. Alhamdulillah, setelah berbulan-bulan naik-turun dan empat minggu terakhir masih ada satu zona merah yang pindah-pindah, minggu ini tidak ada zona merah di Jawa Barat untuk level kota dan kabupaten," kata Gubernur seusai memimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Markas Kodam III Siliwangi, Rabu (3/3).

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, bahkan sebaran zona kuning atau kawasan risiko rendah penularan Covid-19 di Jabar kian banyak, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar. Sisanya, masih di zona oranye atau risiko sedang.

Baca juga: Kepindahan Ferdinand Sinaga ke Persib Bandung Semakin Dekat? Robert Alberts Bilang Begini

Baca juga: Tiga Amalan yang Dilakukan Rasulullah SAW dalam Menyambut Ramadan 1442 H, Termasuk Perbanyak Sedekah

"PPKM Mikro ini berhasil menurunkan kasus mingguan sebanyak 60 persen. Jadi kami berkesimpulan PPKM Mikro ini Alhamdulillah berhasil dan kami ingin mengupayakan PPKM Mikro ini sebagai adaptasi baru karena mengelola kasus berbasis wilayah," katanya.

Dua minggu sebelumnya, katanya penambahan kasus mingguan masih 28 ribuan kasus, sedangkan minggu kemarin hanya 10 ribuan kasus.

Data tersebut didapat setelah memisahkan data lama dan data baru dari data yang diumumkan Kementerian Kesehatan setiap hari.

"Data ini adalah data real time. Jadi kami tidak menggunakan data yang diumumkan oleh pemerintah pusat  tentang Jawa Barat karena masih banyak bercampur dengan data-data lama. Ini sudah dibersihkan hanya data harian. Yang kami hitung sehingga terjadi turun lumayan tinggi ke 60 persen dari sebelumnya," katanya.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona B117 Asal Inggris Ternyata Serang Dua TKW Asal Karawang, Begini Kondisinya

PPKM Mikro ini, katanya, ternyata di level ekonomi menaikkan tingkat jual beli sampai 33 persen. Jadi, ekonomi jual beli barang jasa selama dua minggu ini menaikkan daya beli masyarakat.

"Tingkat kematian kecil, 1,1 persen, artinya 99 persen itu rata-rata sudah sembuh dan sedang tahap penyembuhan. Tingkat kepatuhan masih di atas 80 persen tapi menurun dari minggu-minggu sebelumnya. Jadi kami berharap kita menyemangati aparat untuk terus aktif melaporkan dan edukasi supaya target Jawa Barat rata-rata di kedisiplinan 85 persen," katanya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved