Breaking News:

Produksi Durian di Majalengka Menurun Dihantam Cuaca Buruk, Cita Rasa Tak Lagi Legit

cuaca buruk yang terjadi pada awal tahun 2021 ini membuat sebagian besar petani durian mengalami kerugian.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Durian lokal yang berada di Desa/Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka menurun produksinya. Hal itu disebabkan faktor cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir ini. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Tahun ini tampaknya bukan merupakan tahun yang baik bagi petani durian di Kabupaten Majalengka.

Pasalnya, cuaca buruk yang terjadi pada awal tahun 2021 ini membuat sebagian besar petani durian mengalami kerugian.

Salah satu petani asal Desa Sindangwangi/Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Uto Kusyadi (61) mengaku, hasil panen tahun ini tidak banyak dari pada tahun sebelumnya.

Penyebabnya adalah curah hujan yang ekstrem di bulan Januari-Februari menjadi alasannya.

"Biasanya satu kebun itu setiap musim durian bisa sampai menghasilkan 500 buah. Tapi tahun ini hanya 200-300 buah atau turun 40 persen," ujar Uto saat sedang menjajakan duriannya di Desa Sindangwangi, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Ratusan Bhabinkamtibmas Polresta Cirebon Dilatih Jadi Pelacak Kontak Erat Pasien Covid-19

Baca juga: Baru Dilantik Jadi Bupati Indramuyu, Nina Agustina Hadapi Banjir di Rumahnya, Tanggul Sungai Jebol

Baca juga: Karyawati Bank Lapor ke Polisi, Ngaku Dihamili Pengusaha Sukses: Baru Tahu Dia Punya Istri dan Anak

Menurut Uto, curah hujan juga sedikit mempengaruhi cita rasa yang dihasilkan.

Namun kembali lagi, setiap pohon juga memiliki karakter masing-masing.

"Jadi, ada yang memang masih bisa tahan dengan cuaca. Ada yang tidak. Kalau tahan dengan cuaca mungkin cita rasa sedikit berkurang, misal agak legit, tidak legit banget. Nah, kalau pohon yang tidak tahan cuaca, bisa lembek duriannya dan tidak enak," ucapnya.

Untuk para penikmat durian sendiri, sambung pensiunan guru ini, bahwa jika seseorang tersebut memang menyukai makan durian, hal itu tidak jadi masalah.

Sementara, jika hanya sebatas mencicipi, pasti yang bersangkutan menyatakan ketidakpuasannya terhadap cita rasa durian tersebut.

"Jadi tergantung, kalau orangnya yang betul-betul gemar durian, dia sadar sendiri bahwa musim durian lagi begini, ya sudah dinikmati seadanya begitu," jelas dia.

Sementara, jumlah penjualan sendiri, Uto menambahkan bahwa musim panen durian tahun ini hanya mampu menjual sebanyak 50-100 buah.

Sedangkan, pada musim panen-panen sebelumnya bisa mencapai 200 buah per hari.

"Saya jual bervariasi, dari harga Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu. Bergantung ukuran, jenis dan cita rasanya. Di saya sendiri, menjual durian jenis Montong, Sinapeul dan lokal. Jenis durian lokal biasa disebut Durian Saber," katanya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved