Komisi III DPRD Dorong Pemkot Cirebon Tindak Lanjuti Curhatan PMI Mengenai Sarana Donor Plasma Darah
hingga kini PMI Kota Cirebon belum mempunyai sarana dan prasarana untuk memproduksi plasma darah konvalesen.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong Pemkot Cirebon menindaklanjuti curhatan PMI Kota Cirebon mengenai sarana penunjang donor plasma darah.
Pasalnya, hingga kini PMI Kota Cirebon belum mempunyai sarana dan prasarana untuk memproduksi plasma darah konvalesen.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, Andi Riyanto Lie, meminta Pemkot Cirebon harus bergerak cepat.
"Keputusan-keputusan itu pasti berisiko, tapi sudah ada bukti empiris perihal terapi plasma konvalesen untuk pengobatan pasien Covid-19," kata Andi Riyanto Lie saat ditemui usai rapat kerja bersama PMI Kota Cirebon dan BKD Kota Cirebon di Ruang Rapat DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (26/2/2021).
Baca juga: Harga Hp Vivo Akhir Februari 2021, Mulai Rp 1 Jutaan Vivo Y1s, Vivo Y12i, Vivo Y91C, hingga Vivo V20
Baca juga: Akting Menangis Amanda Manopo di Ikatan Cinta Lumayan Bagus, tapi Asli Nangis atau Pakai Tetes Mata?
Baca juga: LOKER Besar-besaran BUMN Telkom Indonesia Ada 6 Posisi untuk Fresh Graduate, S1/S2, Deadline 5 Maret
Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty, menyarankan PMI Kota Cirebon mengajukan pengadaan peralatan donor plasma darah ke Pemkot Cirebon dan ditembuskan ke DPRD Kota Cirebon.
Pihaknya berjanji akan merapatkan dan mengupayakan untuk memfasilitasinya dengan Pemkot Cirebon.
Saat ini, PMI Kota Cirebon hanya memiliki plasmaferisis, alat pengambilan plasma darah dan pengembalian darah ke dalam peredaran darah.
Padahal, untuk memproduksi plasma darah dibutuhkan tiga peralatan lain, yakni freezer (alat pendingin), thawing (alat pencair), dan hematology analyzer.
"PMI Kota Cirebon belum punya alat tersebut sehingga belum memproduksi plasma darah konvalesen sendiri," ujar Tresnawaty.
Ia mengatakan, peralatan tersebut dibutuhkan untuk memproduksi fresh frozen plasma (FFP).
Tresnawaty mengakui terapi plasma darah konvalesen untuk pengobatan pasien Covid-19 masih tahap uji klinis.
"Tapi, secara empiris banyak kasus pasien positif Covid-19 yang tertolong," kata Tresnawaty.