Breaking News:

Datangi Rumah Wanita Malam Hari, Kepsek di Purwakarta Dikeroyok Hingga Tewas

Kasus pengeroyokan mengakibatkan seorang kepala sekolah di wilayah Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Purwakarta tewas.

Istimewa
Ilustrasi aniaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Kasus pengeroyokan mengakibatkan seorang kepala sekolah di wilayah Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Purwakarta tewas.

Satreskrim Polres Purwakarta berhasil mengamankan enam orang pelaku dari delapan orang pelaku yang melakukan pengeroyokan.

Kapolres Purwakarta, AKBP Ali Wardana melalui Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah menjelaskan awal kejadian pengeroyokan ini terjadi pada 13 Februari 2021 atas laporan warga bahwa ada seseorang yang tak dikenal diduga dianiaya oleh sekelompok warga dan dilakukan penyelidikan.

Baca juga: Sering Alami Jari Tangan Kesemutan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Diabetes, Waspadai Juga Gejala Lainnya

Baca juga: Kebencian Netizen +62 pada Dayana Seperti Sudah Mendarah Daging, Lagu Baru Dayana Banjir Dislike

"Setelah kami seldiki benar ada seorang pria yang dianiaya dan kemudian dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia di rumah sakit," kata AKP Fitran, Kamis (25/2/2021).

Adapun kronologi pengeroyokan ini, AKP Fitran menyebut berawal ketika korban AJ (52) berkomunikasi dengan saksi LN yang diduga merupakan selingkuhan korban untuk berkunjung ke kediaman LN.

"Korban AJ datang ke rumah LN pukul 22.30 WIB dan mereka bertemu. Kemudian pukul 01.00 WIB saksi LN pergi meninggalkan korban untuk ke rumah orangtuanya yang tak jauh dari rumah LN," ujarnya.

Namun, ternyata sebagian warga sudah mengetahui keberadaan korban dan memberitahu ke teman-temannya.

Baca juga: Makelar Mobil Dipenjara Gara-gara Pakai Uang Transfer Nyasar Rp 51 Juta dari BCA

Baca juga: 3 Orang Tewas Ditembak di Kafe di Jakarta, Ada Anggota TNI Tewas, Pelakunya Polisi yang Mabuk Berat

Lalu, mereka mendatangi kediaman LN dan mencoba masuk tetapi tak bisa sehingga para pelaku menggedor-gedor ke rumah orangtua LN untuk memaksa membuka pintu rumah.

"Korban sedang sembunyi di atap dan salah satu pelaku ada yang memergoki sehingga menariknya keluar dan dipukuli beramai-ramai," katanya.

Halaman
12
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved