Breaking News:

Warga Desa Miliarder Panaskan Motor Baru di Kawasan Waduk Kuningan

Yosef mengaku mendatangi jalur kawasan Waduk Kuningan ini semata untuk menghabiskan waktu dan melihat pemandangan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
(Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kawasan Waduk Kuningan yang merupakan akses darat menuju Desa Miliarder terlihat ramai di kunjungi kalangan remaja dari berbagai desa luar daerah tersebut.

Jalan Kabupaten di kenal dengan sebutan jalan baru memang setiap harinya tak pernah sepi alias sebagai tempat terbuka daerah waduk setempat.

"Jalan baru ini memang tidak pernah sepi. Selain enak nongkrong buat jalan - jalan juga pas banget," kata Yosef salah seorang warga Desa Luragung, Rabu (24/2/2021).

Yosef mengaku mendatangi jalur kawasan Waduk Kuningan ini semata untuk menghabiskan waktu dan melihat pemandangan sekitar.

"Iya, kami datang cuma ingin melepas kejenuhan saja. Apalagi ketika melihat lingkungan sekitar, seperti di daerah mana gitu," ungkapnya.

Teramati sore tadi sekitar pukul 17 :00 Wib, sejumlah pemuda beramai - ramai melakukan aksi jalan bareng menggunakan sepeda motor. Tidak ada satu pengendara di sana melakukan hal ugal - ugalan, hal itu setelah diketahui bahwa kondisi jalan itu merupakan kawasan perbukitan sekitar pembangunan Waduk Kuningan.

"Iya Kang, jalan di sini mana bisa ngebut. Lihat saja jalannya yang naik turun dan banyak belokan begitu," ujar Nanang yang juga teman Yosef tadi. 

Saat di lokasi kawasan Waduk Kuningan, Romi salah seorang warga Desa Miliarder atau Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum saat ditanya mengatakan, hampir setiap hari melakukan jalan - jalan sore seperti sekarang. 

"Ya itung - itung, panasan mesin motor saja," ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnya, selain membelanjakan uang dapat ganti untung  dampak pembangunan Mega Proyek Waduk Kuningan, untuk membeli barang konssumtif dan lainnya. Ternyata warga di sana juga tidak sedikit melakukan penyembelihan Sapi dan Kambing.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan, Kusto saat ditemui rumahnya, Senin (22/2/2021).

Orang nomor satu di desa tersebut menyebut sudah ada sebanyak 120 ekor kambing dan sapi ada satu ekor. Tindakan itu sebagai ungkapan syukur dan ada juga yang mengklaim sebagai pelaksanaan akikah.

"Penyembelihan itu bentuk syukur dan akikah warga saat mampu melaksanakannya.

Mengenai jumlah hewan terpotong setiap harinya ada saja. Untuk kambing itu pernah sehari mencapai 15 ekor dan selama ini sapi yang disembelih baru satu ekor," ungkap Kusto lagi.

Kusto menceritakan pada awal dapat biaya ganti untung, Desa Kawungsari itu bak perayaan hari lebaran pada umumnya. Pasalnya, semua warga datang untuk mengurus waris akibat keuntungan tersebut.

"Iya dulu, awal uang ganti untung baru diterima warga. Disini kaya hari raya idul Fitri saja, banyak warga urus - urus waris di masing - masing keluarga desa ini," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved