Ngaku Bantuan yang Didapat Tak Cukup, Pengungsi Banjir Mengemis di Jalan Ranggagede Karawang

Sejumlah korban banjir Kampung Benteng, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, mengemis di tepian Jalan Ranggagede

Tribun Jabar
Sejumlah korban banjir Kampung Benteng, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, mengemis di tepian Jalan Ranggagede 

TRIBUNCIREBON.COM- Sejumlah anak-anak pengungsi, korban banjir Kampung Benteng, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, mulai ikut mengemis di tepian Jalan Ranggagede, tak jauh dari lokasi mereka mengungsi, Selasa (23/2).

Sambil mengiba, anak-anak usia enam hingga sepuluhan tahun ini membawa kencleng berupa wadah plastik, kaleng dan baskom, atau kotak kardus, dan mengasongkannya pada para pengendara yang kebetulan melintas.

Mereka meminta-minta sumbangan agar mereka bisa makan.

Baca juga: UPDATE Harga iPhone Akhir Februari 2021: Ada iPhone 7, iPhone Xr, iPhone SE Hingga iPhone 12 Series

Baca juga: Kisah Dayana-Fiki Naki Selesai, Video di YouTube Dihapus Atas Permintaan Dayana, IG Fiki Diblokir

Sejumlah pengungsi dewasa juga melakukannya bersama mereka. Beberapa bahkan sambil menggendong anaknya yang masih balita.

Ditemui di tepi Jalan Ranggagede, kemarin para pengungsi mengaku terpaksa "ngencleng', istilah mereka untuk kegiatan mengemis ini, karena bantuan yang mereka terima dari pemerintah di pengungsian jauh dari kata mencukupi.

"Memang, sesekali ada bantuan nasi, akan tetapi itu tidak mencukupi untuk warga terdampak banjir," Asman (43), salah seorang korban banjir Kampung Benteng, yang juta terpaksa ikut mengungsi.

Ia mengatakan, sudah lima hari bersama 150-an warga Kampung Benteng mengungsi, sejak kampung mereka diterjang banjir, Jumat (19/2). Mereka mendirikan tenda dan mengungsi di lahan kosong, tak jauh dari Jalan Ranggagede.

Kampung mereka memang kerap dilanda banjir setiap kali Sungai Citarum meluap.

Namun, banjir kali ini, ujar Asman, terbilang sangat besar dibanding biasanya. Saat banjir menerjang, kedalaman air di kampungnya mencapai dua meteran.

Baca juga: H-48 Ramadan, Sudah Bayar Utang Puasa? Ini Keutamaan dan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Baca juga: Soal Ridwan Kamil Loncat ke Golkar, Nasdem Majalengka: Setiap Warga Negara Punya Hak Berpolitik

"Lumpurnya saja hampir 30 sentimeter. Di permukiman yang paling dekat Citarum, air bahkan bahkan masih menggenang," ujarnya.

Selain bahan makanan, kata Asman, para pengungsi juga memerlukan bantuan peralatan masak karena peralatan masak yang mereka punya hilang atau masih tertinggal di rumah mereka yang sempat terendam.

"Kalau bisa kami juga minta bantuan berupa uang," ujarnya.

Hal senada dikatakan Aminah (47), pengungsi lainnya. Mengemis atau ngencleng, ujarnya, semata ia lakukan untuk bertahan hidup. ia mengatakan, hampir semua pengungsi di sana melakukannya.

"Banyak juga, masing-masing warga. Yang ngungsi aja di sekitar (kampung) Benteng ini ada sekitar 150 orangan," kata Aminah.

Dari hasil ngencleng, Aminah mengaku bisa mendapatkan rata-rata Rp 50 sehari. Uang itu ia gunakan membeli nasi bungkus. Untuk dia dan dua anaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved