Breaking News:

Polresta Cirebon Dalami Kasus Bentrokan Dua Gangster untuk Pastikan Keterlibatan Jaringan Luar

bentrokan itu dipicu ajakan di media sosial yang disampaikan gangster Allstar kepada gangster Jepang.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi (kiri), saat menginterogasi anggota gangster All Star dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (22/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jajaran Polresta Cirebon masih mendalami kasus bentrokan antara gangster Allstar dan gangster Jepang yang terjadi di Jalan By Pass Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (14/2/2021) lalu.

Hal itu untuk memastikan apakah adanya keterlibatan jaringan gangster dari luar daerah maupun luar negeri.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, saat ini jajarannya baru mengungkap fakta-fakta mengenai unsur pidana yang dilanggar dalam bentrokan gangster tersebut.

Namun, ia memastikan akan mengembangkan penyelidikan dan penyidikan kasusnya untuk mengungkap apakah aktivitas kedua gangster tersebut terkait jaringan nasional ataupun internasional.

Baca juga: Anggota Geng Motor yang Aniaya Korban pakai Gergaji Besar Diringkus Polisi, Ini Penampakan Buktinya

Baca juga: Pengakuan Anggota Geng Motor di Cirebon, Ini Alasannya Tega Aniaya Korban Menggunakan Gergaji Besar

"Kami akan mengembangkan lagi untuk menuntaskan apakah terkait jaringan luar daerah atau kelompok lain yang aktif melakukan kegiatan gengster," kata M Syahduddi kepada Tribuncirebon.com, Selasa (23/2/2021).

Terlebih bentrokan itu dipicu ajakan di media sosial yang disampaikan gangster Allstar kepada gangster Jepang.

Bahkan, lokasi bentrokan di Pasar Gaya Arjawinangun juga dipilih berdasarkan hasil kesepakatan dua gangster itu.

Namun, Syahduddi mengakui dari hasil pemeriksaan sementara tindakan anggota gangster itu mengarah pada pelanggaran tindak pidana.

"Tindak pidana yang dilanggar adalah mengenai perusakan barang, penganiayaan, dan membawa senjata tajam," ujar M Syahduddi.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved