Breaking News:

Dugaan Korupsi Rp 1,9 Miliar di Revitalisasi Pasar Leles, 3 Ditetapkan Tersangka, 1 PNS Garut

Ketiga tersangka itu yakni PF selaku PNS Pemkab Garut yang menjabat pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek revitalisasi Pasar Leles.

Editor: Mumu Mujahidin
tribunnews.com
Ilustrasi uang: Dugaan Korupsi Rp 1,9 Miliar di Revitalisasi Pasar Leles, 3 Ditetapkan Tersangka, 1 PNS Garut 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Seorang PNS Pemkab Garut ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi revitalisasi Pasar Leles Garut.

Tiga orang ditetapkan tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar dalam dugaan korupsi revitalisasi Pasar Leles di Kabupaten Garut.

"Betul, tiga orang ditetapkan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi revitalisasi Pasar Leles. Satu dari unsur PNS dan dua lagi dari unsur swasta," ucap Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, Riyono di Jalan Naripan, Bandung, Selasa (23/2/2021).

Ketiga tersangka itu yakni PF selaku PNS Pemkab Garut yang menjabat pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek revitalisasi Pasar Leles.

"Kemudian Rnn dan Arr dari unsur swasta atau dari PT Uni Tano Seuramo selaku pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Leles," katanya.

Pada 2019, Pemkab Garut mengalokasikan dana hingga Rp 9 miliar untuk merevitalisasi Pasar Leles dengan dikerjakan oleh PT Uni Tano Seuramo.

"Namun pada pelaksanaannya, mereka merekayasa dokumen penawaran untuk memenuhi persyaratan lelang," ujar dia.

Selain itu, penyidik yang mendapat laporan dugaan korupsi dari masyarakat, melakukan penyelidikan ke lokasi pasar dan melibatkan auditor untuk memeriksa kontruksi. 

"Tapi ternyata ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Hasil audit dari ahli dari UGM dan BPKP Jabar, ternyata ada kerugian negara hingga Rp 1,9 miliar dalam proyek tersebut," ujar Riyono.

Ia memastikan penanganan kasus tersebut menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan profesional.

"Kami pastikan semuanya berjalan profesional dan kedepankan asas praduga tak bersalah. Penetapan tersangka ini berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan penyidik," ujar Riyono.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved