Breaking News:

Begini Tanggapan Bupati Kuningan soal Sikap Warganya yang Mendadak Jadi Miliarder Beli Motor & Mobil

Bupati Kuningan H Acep Purnama akhirnya turut memberikan tanggapannya terkait ada warganya yang mendadak jadi miliarder

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Bupati Kuningan H Acep Purnama akhirnya turut memberikan tanggapannya terkait ada warganya yang mendadak jadi miliarder dan heboh banyak membeli kebutuhan konsumtif seperti mobil dan motor.

Ia menganggap wajar adanya tindakan yang dilakukan warga yang mendadak jadi  miliarder di Kuningan, seperti terjadi di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan.

Baca juga: Dayana dan Fiki Naki Berseteru Gadis Kazakhstan itu Minta Videonya Dihapus, Fiki Malah Minta Ini

Baca juga: Buntut Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni? Puluhan Anggota Polres Kuningan Harus Jalani Test Urine

"Ada warga yang memborong kendaraan roda dua dan empat paska mendapat uang ganti untung dari gusuran lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan.

Selama ini kami melihat dalam tahap kewajaran dan mungkin biasa terjadi di suatu warga jika sama demikian," ungkap Bupati Acep disela kegiatan di Kantor Badan Pertanahan Kuningan, Jalan RE Martadinata - Kuningan, Selasa (23/2/2021).

Warga miliarder, kata orang nomor satu di Kuningan ini menyebut itu sama memiliki hak dalam menggunakan atau membelanjakan uang sebagai kekayaan mereka. Kemudian, sebelumnya juga telah di ingatkan untuk tidak terpaku dalam membelanjakan lebih konsumtif.

"Saya rasa itu mah hak mereka, ya. Tapi saya sebagai Kepala Daerah, dan juga orangtua bagi mereka, mengingatkan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan dana-dana dari pembayaran akibat adanya relokasi itu," ungkapnya.

Kalau sekarang banyak yang membeli motor dan mobil, tentu itu bagian keinginan mereka dalam menambah aset sebagai kelengkapan hidup.

"Saya kira itu wajar-wajar saja. Sebab yangbkemarin tidak terbayangkan bisa membeli motor, sekarang bisa, dengan uang sekira Rp 15 juta dari uang sebanyak itu, untuk kebutuhan kegiatan transportasi, " kata Acep.

Terpisah, Dosen Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Kuningan, yakni Hj Heni Susilawati saat dimintai komentarnya mengatakan, selama melihat fenomema "Desa Miliarder" baiknya lebih mengutama nilai kebaikan alias Khusduzon.

"Kita husnudzhon saja, ini merupakan kabar gembira, karena di tengah pandemi ini, warga mempunyai kemampuan ekonomi baik," ujarnya.

Dengan demikian, kata Heni yang juga Mantan Ketua KPU Kuningan ini mengatakan, sebagai harapan ke depan warga harus mempertimbangkan terkait ekonomi produktifnya. Jangan sampai hari ini mereka euforia dengan membeli barang konsumsi seperti sekarang.

"Kita percaya para warga di Kawungsari mungkin sudah mempunyai perencanaan (planning investasi) untuk ekonomi keluarga masing-masing ke depannya," ujarnya. (*)

Baca juga: Ini Lirik Sholawat Ya Nabi Salam Alaika Viral di TikTok, Lengkap Terjemahan, Ya Habibi Ya Muhammad

Baca juga: Luar Biasa Bangga Ayus Mau Bicara soal Perselingkuhan dengan Nissa, Eks Sabyan Ini Ungkap Harapan

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved