Breaking News:

Angka Pengangguran Kabupaten Cirebon Tinggi Lebih dari 100 Ribu Orang dari 2,2 Juta Jiwa Belum Kerja

Bahkan, menurut dia, lebih dari 100 ribu orang dari total 2,2 juta jiwa penduduk Kabupaten Cirebon belum mempunyai pekerjaan.

Istimewa
Ilustrasi pengangguran: Angka Pengangguran Kabupaten Cirebon Tinggi Lebih dari 100 Ribu Orang dari 2,2 Juta Jiwa Belum Kerja 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, mengakui angka pengangguran di Kabupaten Cirebon cukup tinggi.

Bahkan, menurut dia, lebih dari 100 ribu orang dari total 2,2 juta jiwa penduduk Kabupaten Cirebon belum mempunyai pekerjaan.

"Jumlah pengangguran di Kabupaten Cirebon mencapai 122145 orang," ujar Wahyu Tjiptaningsih saat ditemui usai pembukaan Pelatihan Kerja Mandiri Melalui Mutu Minat Usaha Barbershop di BLK Kabupaten Cirebon, Jalan Pangeran Antasari, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Akhir Kisah Dayana-Fiki Naki, Video di YouTube Dihapus Atas Persetujuan Dayana, IG Fiki Pun Diblokir

Baca juga: Anggota Geng Motor yang Berupaya Sabetkan Golok ke Polisi dan Wartawan di Tasik, Dijebloskan ke Bui

Karenanya, wanita yang akrab disapa Ayu itupun berharap, pelatihan yang kali ini digelar Disnakertrans Jawa Barat dapat mengentaskan angka pengangguran di Kabupaten Cirebon.

Ia mengatakan, pelatihan itupun menjadi solusi nyata dari pemerintah untuk mengatasi pengangguran.

Pasalnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah mengamanatkan bahwa pemerintah daerah harus berusaha keras memulihkan ekonomi dan mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

"Pelatihan kerja ini harus menjadi program unggulan dalam pemulihan ekonomi dan pengentasan pengangguran," kata Wahyu Tjiptaningsih.

Ayu juga meminta dukungan dari semua pihak termasuk para peserta pelatihan untuk memulihkan ekonomi dan mengentaskan pengangguran di Kabupaten Cirebon.

Para peserta pelatihan pun diharapkan dapat memberi manfaat kepada orang lain setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara Kepala Disnakertrans Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, mengatakan, pelatihan tersebut dilaksanakan selama empat hari.

Para peserta mendapat teori dan praktik langsung dari mentor Sekolah Cukur yang tentunya profesional di bidang mencukur rambut.

"Kalau tidak memiliki tempat, peserta pelatihan ini bisa menjadi tukang cukur panggilan memanfaatkan sistem online, yang terpenting tetap mematuhi protokol kesehatan," ujar Rachmat Taufik Garsadi.

Baca juga: Kasus Cuitan Abu Janda Soal Islam Arogan Belum Diproses Polisi, Polri: Ya Masih Kumpulkan Bukti

Baca juga: Warga Desa Subang di Kuningan Ramai- ramai Tangkap Maling Sapi di Jalur Hutan Burujulan Cilebak

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved