Breaking News:

Makam Bayi Berusia 55 Hari di Kuningan Dibongkar Polisi dan Pihak Rumah Sakit Bungkam Soal Alasannya

Data terhimpun menyebut bahwa penggalian makam bayi bertujuan untuk mencari kejelasan terkait penyebab kematiannya.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kondisi penggalian makam bayi berumur 55 hari, di duga akibat kematian tak wajar saat mendapat perawatan medis di RS KMC Luragung, Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebuah makam bayi berusia 55 hari di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Garajati, Kecamatan Ciwaru, Kuningan digali petugas Tim INAFIS Polres Kuningan.

Data terhimpun menyebut bahwa penggalian makam bayi bertujuan untuk mencari kejelasan terkait penyebab kematiannya.

Polisi berencana melakukan autopsi terhadap jenazah bayi berusia 55 hari tersebut.

Kepala Desa Garajati, Kecamatan Ciwaru, yakni Anwar saat dihubungi mengatakan, muncul kegiatan gali kubur itu benar terjadi.

"Iya ada penggalian kubur yang dilakukan petugas Kepolisian. Untuk kebutuhan keterangan, namun upaya dilakukan polisi saya tidak tahu persis dan itu bukan wilayah kami," kata Anwar kepada Tribuncirebon.com.

Baca juga: Novel Baswedan Dalam Masalah Besar, Dilaporkan karena Cuitan, tapi Anak Buah Listyo Sigit Siap Bantu

Baca juga: Tak Kuat Menanjak, Mobil Toyota Calya Bawa 8 Penumpang Terguling di Tanjakan Cisarakan Sukabumi

Penggalian makam yang tertutup terpal bak dapur darurat di lingkungan bencana itu terjadi pada makam bayi.

"Iya makam bayi dari ibu kandung  (Melsa) warga kami. Ibu kandung bayi itu ikut Kakek dan Nenek di desa kami," katanya.

Menyinggung kematian bayi yang sebelumnya mendapat perawatan medis di RS KMC Luragung, Anwar enggan menyebut sebab akibat terjadi pada bayi tersebut.

"Enggak tahu soal itumah, bisa tanya langsung ke Pak Polisi. Sebab dalam penggalian kuburan tadi tertutup tidak banyak warga menyaksikannya juga," ujarnya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja mewakili Kapolres Kuningan AKP Doffie Fahlevi Sanjaya saat dihubungi mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jelas kepada wartawan.

"Belum bisa kita ekspose. Ini masih dalam pendalaman data dan keterangan melalui tindakan autoptsi medis," ungkapnya.

Danu memberikan keyakinan bahwa pendalaman dalam mengambil data dan keterangan ini jelas membutuhkan waktu cukup lama.

"Biasanya, untuk ungkap kasus melalui autopsi begini. Bisa memakan sekitar dua Minggu. Mudah-mudahan ini bisa secepatnya tergali dan besok datanya kami kirim sebagai keteranganawal," tuturnya.

Hingga berita diturunkan Manajemen Rumah Sakit Kuningan Medical Centre Luragung belum bisa memberikan keterangan. (*)

Baca juga: Subsidi Gaji Kembali Dilanjutkan Khusus Karyawan Swasta yang Belum Menerima di Termin Kedua

Baca juga: Kompol Yuni Kapolsek Astanaanyar dan Anak Buahnya Ditangkap Terkait Narkoba, Kapolda: Bisa Dipecat

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved