Breaking News:

Padi Rusak Akibat Banjir, Petani di Indramayu Hanya Bisa Pasrah, Padahal Sebentar Lagi Panen

Nyaris semua lahan pesawahan di sana rusak pasca-banjir besar yang melanda satu pekan terakhir.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petani saat menunjukan padi yang mati akibat terjangan banjir di Desa Pengauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (17/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dampak bencana banjir yang menerjang Kabupaten Indramayu juga sangat dirasakan oleh kalangan petani.

Tidak sedikit lahan pesawahan mereka rusak terendam banjir.

Beberapa di antaranya beruntung masih bisa hidup walau sampai saat ini masih terendam.

Seperti yang terlihat di lahan persawahan di Desa Pangauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

Nyaris semua lahan persawahan di sana rusak pasca-banjir besar yang melanda satu pekan terakhir.

Baca juga: Kompol Yuni Kapolsek Astana Anyar Ditangkap di Hotel Bersama Anak Buahnya, Kapolda: Bisa Dipecat

Baca juga: Profil Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti yang Diduga Terlibat Pesta Narkoba di Bandung

Salah seorang petani, Rasmin (60) mengatakan, padahal usia tanam para petani sudah memasuki usia 2 bulan.

"Sudah sejak Desember tanam itu, ya perkiraan April sudah panen seharusnya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di pematang sawah, Rabu (17/2/2021).

Rasmin tidak bisa memperkirakan berapa luasan sawah yang mengalami kerusakan di desanya tersebut.

Hanya saja, khusus sawah yang berada di bantaran sungai semuanya mati atau puso.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved