Breaking News:

Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni & 1 Anggotanya Diduga Konsumsi Narkoba, Kriminolog: Citra Buruk

Dugaan Kapolsek Astana Anyar dan anggotanya menggunakan narkotika dapat berimbas pada kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. 

TribunJabar.id/Daniel Andreand Damanik
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini menjabat sebagai Kapolsek Astanaanyar Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dugaan Kapolsek Astana Anyar dan anggotanya menggunakan narkotika dapat berimbas pada kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. 

Demikian dikatakan Kriminolog Universitas Padjadjaran, Yesmil Anwar saat dihubungi,  Rabu (17/2/2021).

Ia mengatakan, peristiwa itu bertentangan dengan semangat Polri yang menjadikan Polsek sebagai ujung tombak penegakan hukum. 

"Ini kan suatu hal yang menjadi prihatin, Kapolsek ini kan ujung tombak ke bawah, kalau di ujungnya terjadi semacam ini sulit untuk Polri bekerja secara professional dan kepercayaan masyarakat akan rusak," ujar Yesmil, saat dihubungi, Rabu (17/2/2021). 

Baca juga: Propam Gabungan Periksa Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni & 11 Polisi Lainnya, Bikin SKCK Masih Bisa

Baca juga: Kompol Yuni Purwanti Diduga Terlibat Pesta Narkoba di Bandung, Ini Sosok Sang Kapolsek Astanaanyar

Baca juga: HEBOH Kapolsek Astana Anyar dan Belasan Anggotanya Diamankan Propam, Tes Urine Positif Narkoba

Apalagi, kata dia, saat ini Kapolri yang baru ingin menjadikan Polsek sebagai pengayom dan lebih banyak memberikan pembinaan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing. 

"Ini juga satu problem, karena di tubuh Polri secara umum, reformasi struktural sudah baik, birokrasinya sudah mulai baik, yang belum baik justru reformasi budaya hukumnya," katanya. 

Tak hanya itu, citra Polri di mata masyarakat pun menjadi buruk. Polri menjadi kehilangan professionalitas dan sulit bagi masyarakat unyuk percaya. 

"Seperti dokter paru-paru ngobatinnya sambil merokok dan batuk-batuk, apakah anda percaya dengan dokter itu?," ucapnya. 

Peristiwa ini, sambung Yesmil, harus menjadi momentum bagi Propam untuk benar-benar bertindak secara tegas. 

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved