Breaking News:

Termasuk Daerah Rawan Banjir, Longsor dan Pergerakan Tanah, Ini yang Dilakukan Pemda Majalengka

Kabupaten Majalengka merupakan daerah yang termasuk berpotensi banjir dan bencana lainnya seperti longsor dan pergerakan tanah, kala hujan deras

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pemasangan papan mitigasi dan rambu-rambu evakuasi pada titik-titik daerah rawan bencana di Kabupaten Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Kabupaten Majalengka merupakan daerah yang termasuk berpotensi banjir dan bencana lainnya seperti longsor dan pergerakan tanah, kala hujan deras terjadi.

Hal itu sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung.

Baca juga: BMKG Prakiraan Cuaca 33 Kota, Rabu 17 Februari 2021: Waspada Dua Wilayah Ini Potensi Hujan & Petir

Baca juga: Bencana Banjir Masih Menghantui Warga Indramayu, Setiap Hujan Lebat Sungai Langsung Meluap

Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya kesiapsiagaan.

Salah satunya, pemasangan papan mitigasi dan rambu-rambu evakuasi pada titik-titik daerah rawan bencana.

"Imbauan juga selalu kita sampaikan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lebih dari dua jam," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Majalengka, Indrayanto, Selasa (16/2/2021).

Dalam waktu dekat juga, jelas dia, sebagai bentuk upaya mitigasi, pihaknya akan melakukan gerakan penanaman pohon dan gerakan resapan biopori.

Dengan mengajak bersama para komunitas para pecinta atau pegiat lingkungan.

"Kami mengajak para pegiat lingkungan agar sama-sama menjaga kawasan sekitar, khususnya yang rawan bencana," ucapnya.

Untuk personel sendiri, sambung Indra, sampai saat ini masih disiagakan untuk nantinya bertindak cepat ketika ada laporan.

Meski saat ini, masuk periode transisi darurat ke pemulihan.

"Dukungan anggaran dari pemerintah daerah sendiri, sudah menyiapkan dana BTT yang dipergunakan untuk penanganan-penanganan darurat," jelas dia.

Indra menambahkan, pada peristiwa banjir terakhir, terjadi di 9 kecamatan.

Jumlah tersebut, kebanyakan terjadi di wilayah Utara Majalengka.

Baca juga: Janda Muda Asal Subang Tewas di Bali, Sempat Berhubungan Badan dengan Pelaku, Keluarga Murka

Baca juga: Nindy Ayunda Beberkan Jadi Korban KDRT Suami, Tunjukkan Bukti Wajah Lebam dan Rambut Dijambak

Baca juga: Maria Ozawa atau Miyabi Suka Indonesia, tapi Ngaku Heran kok Selalu Banyak yang Demo Kalo Dia Datang

Penulis: Eki Yulianto
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved