Breaking News:

Rumah Mamah Dedeh Masuk Catatan KPI, Ada 37 Program Televisi Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Rumah Mamah Dedeh menjadi salah satu program televisi yang masuk catatan Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) sebagai program diduga melanggar prokes

Editor: dedy herdiana
Istimewa
ILUSTRASI: Penceramah Mamah Dedeh 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Rumah Mamah Dedeh menjadi salah satu program televisi yang masuk catatan Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) sebagai program yang diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19.

Program acara religi Rumah Mamah Dedeh ini bukan satu-satunya acara religi yang masuk catatan KPI yang diduga melanggar prokes, di antaranya Siraman Qolbu MNC TV.

Melalui siaran persnya, sepanjang Januari 2021 KPI menemukan 37 acara dari 11 stasiun televisi berbeda yang diduga melanggar prokes di masa pandemi Covid-19. Dari 37 tayangan ini, sebanyak 36 tayangan berasal dari hasil pemantauan isi siaran.

Baca juga: VIRAL di Majalengka Sebab Munculkan Kerumunan, Dulunya Alun-alun Ini Munculkan Lumpur Mirip Lapindo

Baca juga: Kisah Janda Muda Hamil Mendadak, Keluarga Sempat Menduga Disantet, Perut Membesar Lalu Keluar Bayi

Baca juga: Ini Cerita Sopir Avanza yang Tersesat di Hutan Gunung Putri, Padahal Mau ke Tasik, Ngeri Ada Jurang

Baca juga: Ayu Ting Ting Beberkan soal Batal Nikah, dari Awal Kenal Adit hingga Siapa yang Pertama Membatalkan 

Sementara 1 tayangan lainnya merupakan hasil pengaduan publik yang disampaikan ke KPI dan telah diverifikasi.

Dari 37 tayangan ini, pelanggaran protokol kesehatan yang paling banyak dilakukan adalah tidak mengenakan masker dan pelindung wajah.

Beberapa di antaranya bahkan didapati tidak memperhatikan jarak fisik atau social distancing.

Ilustrasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Ilustrasi: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pantau program televisi. (KOMPAS/PRIYOMBODO)

Tayangan-tayangan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan ini didominasi oleh program hiburan seperti variety show.

Namun, KPI juga mencatat ada program religi dan talkshow yang melanggar prokes selama pandemi.

Sejauh ini, KPI belum memutuskan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada 37 acara televisi yang diduga melanggar protokol kesehatan.

"Nanti, Rapat Pleno akan memutuskan jenis sanksi yang dijatuhkan pada masing-masing program siaran yang terbukti melakukan pelanggaran," kata Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo yang dikutip dari Kompas.com dan situs resmi KPI.

Baca juga: Rizky Billar Banyak Di-Bully Warganet dan Dianggap Alay, Sang Pujaan Hati Lesti Kejora Pasang Badan

Baca juga: Anak Indigo Ini Bongkar Ciri-ciri Rumah Makan yang Pakai Jin Penglaris, Pernah Rasakan Hal Ini?

Dijelaskannya, TV One dan Trans TV menjadi penyumbang terbesar acara-acara yang diduga melanggar protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Trans TV tercatat menyumbangkan delapan acara dari mulai Santuy malam hingga Nih Kita Kepo.

Sementara TV One mengirimkan 12 perwakilan dari mulai One Prida MMA hingga Rumah Mamah Dedeh.

KPI berharap agar setiap stasiun televisi kembali meninjau ulang peraturan yang telah ditetapkan demi menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menemukan 37 tayangan televisi yang diduga melanggar protokol kesehatan.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menemukan 37 tayangan televisi yang diduga melanggar protokol kesehatan. (kpi.go.id)

Parimeter Kepatuhan Program Siaran

KPI sendiri telah menetapkan parameter kepatuhan program siaran dalam menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Paremeter tersebut yakni:

1. Jaga jarak 1-2 meter;

2. menggunakan masker dan/atau pelindung wajah;

3. tidak melakukan adegan kontak fisik;

4. menayangkan Video Tapping (rekaman) atau penyematan informasi bahwa sebelum siaran dimulai lembaga penyiaran telah melakukan sterilisasi ruangan, peralatan dan perlengkapan shooting serta protokol kesehatan bagi para kru, talen, pembawa acara, maupun narasumber;

5. menghadirkan orang di dalam studio dengan tidak melebihi 25% dari kapasitas ruangan;

6. visualisasi adegan news anchor membuka masker pada saat memulai membaca berita dan mengakhirinya dengan menutup masker.

Parameter tersebut termuat dalam Keputusan KPI (KKPI) nomor 12 tahun 2020 tentang Dukungan Lembaga Penyiaran dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Persebaran Covid-19.

KPI menegaskan setiap program yang disiarkan kepada masyarakat, ketaatan terhadap protokol kesehatan merupakan sebuah keharusan.

Dr Tirta biayai sekolah Gilang, bocah viral yang jadi juru parkir demi bayar cicilan motor almarhum ayahnya
Dr Tirta biayai sekolah Gilang, bocah viral yang jadi juru parkir demi bayar cicilan motor almarhum ayahnya (kolase Instagram)

Dokter Tirta Tanya KPI

Sebelumnya, dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta mempertanyakan kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) mewajibkan semua artis mengenakan masker dan face shield saat tampil di televisi.

Menurut dr Tirta, para artis yang tampil di layar kaca cukup dengan menggunakan masker saja.

"Jadi memang aku baca kemarin kebijakan KPI itu ada satu yang mengganggu adalah pengisi acara wajib memakai masker dan faceshield. Ini enggak jelas. Cukup masker aja, tapi dikasih tambahan," ucapnya seperti dikutip Kompas.com dari video MaiaAlElDul, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Dokter Tirta Jawab Santuy Tantangan Melly Goeslaw Soal Face Shield: Biar Doi Ga Marah-marah Terus

Menurut dr Tirta, Pemerintah Jepang dan Korea Selatan juga hanya mewajibkan para selebritasnya mengenakan masker ketika tampil di TV.

"Kecuali diizinkan mencopot kalau perform nyanyi atau dance. Kalau reality show tetap pakai, kalau talkshow tetap boleh dicopot. Itu ada peraturan-peraturan detailnya biar jelas artisnya," sambungnya.

Artis yang tampil di acara TV menjadi sorotan lantaran tak mengenakan masker dan face shield.

KPI pun sempat memberikan teguran kepada semua program televisi untuk menerapkan kebijakan terbarunya menggunakan masker dan face shield.

Nikita Mirzani
Nikita Mirzani (Tangkapan layar kanal Hotman Paris Show)

Nikita Mirzani Pun Ikut Komen

Artis Nikita Mirzani beri respons atas teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat terhadap program acara yang dipandunya, Nih Kita Kepo di Trans TV.

Nikita mempertanyakan alasannya bagian di dalam tayangan itu yang kemudian dijadikan permasalahan.

"Cuma karena bilang murah banget, tas Hermes di jadikan bantal atau uang pun di sebar-sebar, emang kenapa?" tanya Nikita melalui Instagram Storynya, dikutip Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

"Itu kan tas koleksi bintang tamu, mau dia bakar juga urusan mereka lah, dan semua yang sudah dilakukan atas persetujuan bintang tamu," lanjutnya.

Baca juga: TERBONGKAR Isi Pesan Maaher At-Thuwailibi Sebelum Wafat untuk Nikita Mirzani, Singgung Soal Hijab

Kalau apa yang menjadi kekhawatiran KPI Pusat dikarenakan takut ada yang meniru, menurut Nikita itu justru berarti mereka sudah memiliki kemampuan membeli barang mewah.

Sehingga bisa memperlakukan barang-barang mewah tersebut seperti dalam tayangan.

Bintang film Nenek Gayung ini lantas mempertanyakan sinetron yang justru sangat mungkin dicontoh anak-anak.

"Apa kabarnya pak sinetron-sinetron yang bisa ditonton sekarang. Apakah anak-anak tidak bisa meniru dari adegan tersebut? Kenapa kita enggak ketemuan aja sih dari pada main di sosmed gini," tulis Nikita.

Sebelumnya, melalui akun Instagram, KPI Pusat mengunggah surat teguran atas program Nih Kita Kepo.

Salah satu alasan KPI memberikan teguran kepada acara yang dipandu Nikita Mirzani ini adalah karena adegan menghamburkan dollar ke lantai.

Selain itu, bentuk pelanggaran yang dilakukan Nih Kita Kepo, menurut KPI, adalah gambaran koleksi barang-barang mewah yang dianggap "murah banget".

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPI Temukan 37 Acara Televisi Diduga Melanggar Protokol Kesehatan" dan "Dokter Tirta Pertanyakan Kebijakan KPI Wajibkan Artis Pakai Masker dan Face Shield Saat Tampil di TV" dan "Program Kena Tegur KPI, Nikita Mirzani: Apa Kabar Sinetron?"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved