Breaking News:

Kebijakan PT KAI Soal Wajib Puasa Dulu Sebelum Naik Kereta Dikritik Penumpang: Gak Semua Tahu

Namun, mereka mengkritik PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung karena tak gencar melakukan sosialisasi.

Istimewa
ILUSTRASI: Penumpang kereta api saat melakukan boarding di Stasiun Cirebon Prujakan, Jalan Nyimas Gandasari, Kota Cirebon, Kamis (18/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sejumlah warga Kota Bandung yang kerap berpergian jarak jauh menggunakan kereta api mengaku tidak masalah dengan penggunaan GeNose dan keharusan bagi mereka untuk berpuasa sebelum menjalani tes.

Namun, mereka mengkritik PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung karena tak gencar melakukan sosialisasi.

Mereka berpendapat, tanpa sosialisasi yang gencar sejak jauh hari, akan banyak calon penumpang tak bisa memanfaatkan GeNose karena kadung makan dan minum sebelum berangkat ke stasiun.

Di sisi lain, pemberangkatan kereta api tidak bisa diundur atau dimajukan semau-maunya.

"Jadi, intinya harusnya sosialisasi dulu sebelum diberlakukan. Jangan mepet-mepet begini," ujar Fauzi Nur Ridwan (40), warga Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, kepada Tribun Jabar melalui telepon, Minggu (14/2).

Ia mengaku hendak pergi ke Jakarta, Senin (15/2) ini. Saat mengetahui kabar itu, ia mengaku benar-benar kaget.

"Beneran harus puasa dulu? Saya mau pulang ke Jakarta, besok," ujarnya.

Keterkejutan juga diungkapkan Suci Lestari (30), warga Kota Bandung yang bekerja di Jakarta.

Ia mengaku belum mengetahui soal keharusan puasa karena pemberlakuan GeNose.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved