Breaking News:

Buntut Mega Proyek Waduk Kuningan, Anggota DPRD Kuningan Minta Pemkab Serius Tangani Warga Terdampak

Namun aspirasi yang masuk hingga saat sekarang, itu warga di sana ada yang belum mendapatkan hak layak hidup dengan fasilitas kenyamanannya.

(Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Gerindra Bintang, Sri Laelasari, merasa prihatin dengan bertele-telenya penanganan pemerintah terhadap warga terdampak di sekitar mega proyek Waduk Kuningan.

"Secara legalitas ini sudah jelas bahwa pembangunan bendungan Kuningan berdasarkan penetapan lokasi nomor : 593/ KPTS. 244- Tapem/ 2019, tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Bendungan Kuningan, membutuhkan Luas Lahan sebesar 302,26 hektare dan berlokasi di 6 Desa 2 Kecamatan.

Namun aspirasi yang masuk hingga saat sekarang, itu warga di sana ada yang belum mendapatkan hak layak hidup dengan fasilitas kenyamanannya.

Terlebih, lahan mereka terkena gusuran akibat pembangunan waduk tersebut," ungkap Sri Laelasari kepada wartawan, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Segini Bayaran Raffi Ahmad untuk Nge-host Selama 2 Jam, Tarif Endorse & Youtube Tak Kalah Fantastis

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Seorang Ibu Diterkam Buaya, Keponakannya Tarik Sang Bibi yang Diseret Buaya

Baca juga: Naik Mobil Honda Jazz, Tiga Wanita Ditangkap Warga Karena Mengutil di Minimarket

Sri mengatakan, belum lama data diterima bahwa lahan untuk relokasi masyarakat Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum telah tersedia di Wilayah Desa Sukarapih Kecamatan Cibeureum seluas 10 hektare dan sudah disiapkan 444 Unit rumah khusus beserta fasilitas umum dan fasilitas sosialnya.

"Iya, ada pembangunan rumah untuk warga untuk warga satu desa di sana mungkin selesai, namun warga desa lainnya gimana?

Karena pada tahun 2019 sudah terbangun sebanyak 25 Unit dan pada tahun 2020-2021 sedang dalam proses pembangunan sebanyak 419 unit. Melihat dari pelaksana kerja ini hanya mencapai 55 persen.

Nah, yang menjadi pertanyaan saya, pemkab ini serius gak dalam menyukseskan program pemerintah pusat yaitu Mega Proyek Waduk Kuningan ini?" katanya.

Sri menyebut bahwa perkara sosial ini  penting di atas kepentingan pada umumnya. Sebab warga terdampak ini sering memperjuangkan hak jaminan kenyamanan hidup seperti jauh sebelum proyek nasional pembangunan mega proyek waduk Kuningan ini.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved