Breaking News:

Alasan Dodol Tersedia di Momentum Perayaan Imlek, Ini Penjelasan Warga Pemeluk Konghucu di Daerah

Persembahan ini semata untuk leluhur dalam menikmati hasil bumi. Nah, sesaji tersedia itu ada daging ayam, ikan dan daging babi serta aneka buah - bua

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana Kelenteng Kun An Tong Kuningan di saat perayaan Imlek tahun 2021. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Aaf (40) salah seorang warga sekaligus pemeluk Konghucu di Kuningan merasa senang sesaat usai melaksanakan perayaan Imlek 2021.

Aaf  mengaku, meski suasana jauh dari tahun perayaan sebelumnya, namun hal ini tidak menyurutkan semangat beribadah dalam menuju kebaikan di kehidupan mendatang.

"Ya, kita senang saja bisa merayakan Imlek meski suasana berbeda dari kebiasaan tahun sebelumnya," kata Aaf saat menyampaikan kepada wartawan di Kelenteng Kun An Tong, Jalan Siliwangi - Kuningan, Jum'at (12/2/2021).

Mengawali perbincangan, Aaf menceritakan, kenapa budaya sesaji beragam makanan tersedia di perayaan Imlek ini dilakukan. Sebab ini sebagai ritual dalam keyakinan sebagai pemeluk Konghucu.

"Persembahan ini semata untuk leluhur dalam menikmati hasil bumi. Nah, sesaji tersedia itu ada daging ayam, ikan dan daging babi serta aneka buah - buahan lainnya.

Baca juga: Tahun Baru Imlek, Petugas Kepolisian Jaga Vihara Pemancar Keselamatan di Majalengka

Baca juga: Segini Bayaran Raffi Ahmad untuk Nge-host Selama 2 Jam, Tarif Endorse & Youtube Tak Kalah Fantastis

Baca juga: Seorang Gadis Selamat dari Aksi Pemerkosaan, Tawari Pelaku Uang Rp 1 Juta, Ini Kronologinya

Tidak lupa, kami menyediakan dodol sebagai persembahan istimewa dalam perayaan setiap Imlek," katanya.

Saat ditanya alasan kenapa makan disajikan ada daging ayam, daging babi dan ikan.

"Ini memiliki nilai histori tersendiri. Kita sajikan ayam sebagai perwakilan dari udara, kemudian daging babi sebagai perwakilan darat juga ikan sebagai perwakilan air.

Dari ketiga unsur tadi, kata Aaf, ini merupakan wujud syukur dan persembahan terhadap leluhur atau para dewa.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved