Breaking News:

5 Pemuda Asal Bandung Tenggelam di Pantai Cikaso, Empat Orang Selamat, Satu Orang Masih Hilang

Dari kelima korban yang tenggelam, empat di antaranya berhasil diselamatkan warga setempat. 

KOMPAS.COM
Ilustrasi tenggelam 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Lima  pemuda asal Bandung tenggelam di Pantai Cikaso, Puncak Guha, Desa Sirnajaya Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, Jumat  (12/02/2021) pukul 16:30.

Dari kelima korban yang tenggelam, empat di antaranya berhasil diselamatkan warga setempat. 

"Satu lagi masih dalam pencarian, Muspika saat ini sedang di lokasi untuk membantu pencarian korban," kata Hendra Santoso, Kasubbag TU UPT Damkar Bungbulang, saat dihubungi.

Sementara itu Ketua PKPM Polsek Bungbulang, Ateng Supriatna mengatakan saat ini kondisi korban selamat masih dalam perawatan karena tidak sadarkan diri.

Baca juga: Seorang Pejabat di Pemkab Kuningan Meninggal Dunia Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca juga: Status Sungai Cipanas Awas, Warga Indramayu Panik Lari ke Pengungsian, Banjir Susulan Kembali Datang

Baca juga: Doa Rasulullah SAW untuk Menyambut Bulan Rajab, Umat Islam Dianjurkan Juga untuk Puasa

"Dari keempat korban selamat, dua di antaranya belum sadarkan diri dan masih dalam penanganan intensif di Puskesmas Bungbulang," katanya saat dihubungi Tribunjabar via Telpon.

Diketahui kelima pemuda tersebut sedang melakukan kemping kemudian berenang. 

Kelima identitas korban yaitu Ibnu Salman Waldianyah (20) asal domisili Jl. Muararajeun Lama no 18, RT003 RW008, Desa Cihaur Geulis, Kecamatan Cibenying Kaler, Bandung.

Azka Hadi Hazazi (21) domisili di Gegerkalong Tonggoh RT004 RW008, Desa Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung.

Muhammad Ramzy (21) asal domisili Jln Suryalaya no 8,Desa Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.

Satu korban selamat lainya belum diketahui identitasnya. Saat ini korban yang selamat tengah mendapat perawatan di Puskesmas Bungbulang.

Kronologi Terseret Ombak

Ibnu Salman Waldiansyah (20), salah satu dari 5 pemuda asal Bandung yang yang tenggelam di Pantai Cikaso Garut, menceritakan detik-detik dirinya dan temannya tenggelam.

Kelima orang ini sebelumnya disebutkan berasal dari kampus ITB. Namun setelah diidentifikasi, mereka bukan dari ITB.

Setelah mendirikan tenda pukul 16:30, Ibnu dan 4 temannya mulai berenang di tepi pantai.

"Awalnya kita masih di tepi pantai, teman-teman yang lain makin ke tengah renangnya, sementara saya masih di pinggir pantai," kata Ibnu saat diwawancarai Tribunjabar via telepon, Jum'at (12/02/2021).

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sabtu 13 Februari 2021, 19 Provinsi Potensi Hujan Petir

Baca juga: INI Doa Rasulullah SAW Memasuki Bulan Rajab, Dilengkapi Bacaan-bacaan Ini Pada Waktu-waktu Tertentu

Baca juga: Sudah Punya 10 Anak, Mama Muda Ini Ketagihan Nambah Anak Lagi hingga 100, Siapkan Duit Segini

Ibnu menjelaskan dirinya sempat pergi ke daratan untuk melihat barang-barang di tenda, saat itu dirinya bertugas menjaga barang.

"Saya berenangnya di pinggir tidak ke tengah, karena harus jaga barang-barang berharga di tenda," ucapnya.

Selesai memeriksa tenda Ibnu kembali berenang lagi dengan tetap di pinggiran pantai.

"Pas saya renang lagi, teman-teman yang empat sudah berada lumayan jauh dari pantai, sudah keseret ke tengah," katanya.

Melihat teman-temannya terseret jauh, Ibnu langsung mengambil tali untuk menolong temannya, namun ombak terus menarik mereka ke tengah.

"Saya coba tolong menggunakan tali tambang, tapi saya juga malah ikut terseret ke tengah, kalo saya ikut ke tengah bakalan gak bener," ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut Ibnu langsung berenang ke tepian dan lari ke arah Puncak Guha untuk meminta pertolongan warga.

"Melihat teman-teman yang semakin jauh terseret saya ketakutan dan langsung naik ke Puncak Guha untuk meminta pertolongan warga lokal," katanya.

Sebelum warga turun menolong keempat temannya, teman Ibnu bernama Ramzy dan Sam berhasil sampai di tepi pantai dengan keadaan syok.

"Ramzy dan Sam berhasil ke tepian, tapi Azka dan Fakhry sudah jauh ke tengah terseret," jelasnya.

Ibnu dan warga berhasil menyelamatkan Azka, namun Fakhry sulit dijangkau karena posisinya sudah semakin jauh terseret.

"Fakhry itu makin jauh posisinya gak keliatan terseret ombak, warga juga udah gak bisa ngejangkau," kata Ibnu.

Setelah dievakuasi ke Puskesmas Sukarame Kecamatan Rancabuaya, Ibnu dan ketiga temannya sempat tidak sadarkan diri.  Ia mengaku semua keluarga teman-temannya sudah terhubung dan akan menjemput.

"Kami semua sempat tidak sadarkan diri karena syok, keluarga kami sudah terhubung sudah ada komunikasi, mereka sudah tahu," ucapnya.

Puskesmas Sukarame merilis lampiran data identitas korban

Nama : Ibnu Salman Waldiansyah
Umur : 20 Tahun
Alamat : JL. Muararajeun Lama No. 18 RT/RW 003/008 Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler
Kampus : Universitas Padjajaran
Kondisi : Keadaan umum baik , tidak terpasang infus

Nama : Ananda Sam Ksatria
Umur : 18 Tahun
Alamat : Jl. Sukarajin II No. 14 RT/RW 005/012 Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul
Sekolah : SMA 5 Bandung
Kondisi : Keadaan umum masih trauma, masih terpasang Infus

Nama : Azka Hadi Hazazi
Umur : 19 Tahun
Alamat : Gegerkalong Tonggoh No. 5 RT/RW 004/008 Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari
Kampus : ITENAS Fakultas Teknik Sipil
Kondisi : Keadaan umum sadar dan stabil, masih terpasang infus

Nama : Muhammad Ramzy Farras
Umur : 21 Tahun
Alamat : JL. Suryalaya XII No. 8 Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong
Kampus : UNPAR Fakultas Manajemen
Kondisi : Keadaan umum normal, bisa berkomunikasi, tidak terpasang infus.

Nama : Fakhry Rahmadiza Syafni
Umur : 23 Tahun
Alamat : Komplek Kampung Padi no B.7 RT 007 RW 003 Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung
Kondisi : Belum ditemukan

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved