Gadis Berlesung Pipit Ini Tak Mandi Sejak Ngungsi, Minta Disemprot Pakai Water Cannon, Badan Segar

Banjir di Pamanukan, Kabupaten Subang, hari ini, Kamis (11/2/2021), mulai surut.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Kontributor Karawang/Irvan Maulana
Dini (19), pengungsi banjir di Pamanukan, Subang, yang kesulitan mendapatkan air bersih. Ia mengaku terpaksa tak mandi selama tiga hari ini. Ia mengunjungi sebuah SPBU untuk mendapatkan air bersih, tapi usahanya sia-sia. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Banjir di Pamanukan, Kabupaten Subang, hari ini, Kamis (11/2/2021), mulai surut.

Sebagian warga bahkan sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

Namun sebagian lainnya masih mengungsi karena rumah mereka masih terendam.

Banyak pengungsi yang mengeluhkan ketiadaan air bersih, di antaranya tak bisa mandi selama berhari-hari.

Seperti yang dirasakan Dini (19), warga Jalan Veteran, Desa Pamanukan, Subang.

Sejak awal ia bersama keluarganya mengungsi, mereka belum pernah mandi.

Karena mereka kesulitan mendapatkan air bersih.

"Di rumah listrik mati, kami sekeluarga sudah tiga hari ini belum mandi," ujar Dini saat ditemui TribunJabar.id di SPBU Tambak Dahan, Subang, Selasa (11/2/2021).

Dini bahkan kerap sering mencari air bersih di toilet SPBU terdekat dari pengungsian.

Namun sama sekali tak mendapatkan air untuk mandi.

Helikopter menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Subang.
Helikopter menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Subang. (Istimewa)

Kedatangannya ke SPBU kali ini pun Dini bermaksud menumpang mandi.

Namun lagi-lagi Dini tak menemukan air di toilet SPBU Tambak Dahan tersebut.

Terpisah, Iman (37) petugas SPBU Tambak Dahan menjelaskan akibat banjir pompa air di SPBU tersebut mati.

"Di sini juga tidak ada air, Mas, ini pompanya kerendem," ujar Iman Ketika dikonfirmasi Tribun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved