Breaking News:

Politik

Isu Susi Pudjiastuti Maju di Pilpres 2024 dan Berpasangan dengan Anies Baswedan Makin Panas, Benar?

Mantan Menteri KKP era kabinet Jokowi periode pertama, Susi Pudjiastuti kerap dikait-kaitkan dengan Pilpres 2024.

kkp.go.id
Susi Pudjiastuti 

Tidak hanya dari kalangan umum, ada juga sindiran terhadap Susi yang disampaikan kalangan pemerintahan.

Salah satunya disampaikan Staf Khusus Menkominfo yang juga guru besar ilmu komunikasi politik, Henri Subiakto.

Henri Subiakto memang tidak me-mention akun Susi Pudjiastuti, tapi banyak yang menilai twit itu sebagai sindiran untuk Susi Pudjiastuti.

"Ada tokoh yg sekolah gak tamat, tp jabatannya melambung, dan peeusahaannya untung. Kemarin jabatannya diganti orang yg kebijakannya gak nyambung, tambah perusahaan miliknya lg buntung. Logislah lalu bermanuver politik, siapa tahu 2022/2024 kembali beruntung," tulis Henri, di akun @henrysubiakto, Kamis (4/2/2021).

Namun, twit tersebut kemudian dibalas oleh akun @susipudjiastuti.

Bahkan, pendiri maskapai perintis Susi Air itu juga menyertakan emoji.

Banyak netizen yang juga menyukai cara Susi membalas cuitan yang disampaikan padanya.

Sebab, Susi sering membalas dengan berbagai stiker emoji lucu, yang digemari netizen.

Akun @cariajakalobisa bertanya tentang cara membuat emoji milik Susi. Susi pun menjawab bahwa emoji itu diunduh oleh cucunya.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Henri Subiakto mengakui bahwa twit itu disampaikan untuk Susi Pudjiastuti.

Namun, dia mengakui bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dalam negara demokrasi.

"Karena bagi saya di mana pun dan kapan pun akan terus memperjuangkan hak untuk berpendapat, menganalisis dan menilai sesuatu. Saya juga akan membantu orang lain untuk bisa berpendapat sebagaimana saya lakukan," ujar Henri Subiakto, Jumat (5/2/2021).

"Tapi tentu saya dalam hal ini, juga minta maaf untuk bu Susi dan penggemarnya kalau tidak nyaman dengan secuil tweet pendapat saya tadi," tuturnya.

Selain itu, Henri membantah telah menulis twit yang ad hominem, atau menyerang karakter, di luar substansi perdebatan yang ada.

Dia mengaku hanya menulis fakta, termasuk tentang pendidikan Susi, yang tidak menghalanginya menempati posisi di pemerintahan.

"Kalimat itu justru berarti positif, yaitu ada orang yang tidak tamat sekolah pun masih bisa mendapat jabatan melambung atau jabatan yang tinggi. Karena dipandang memiliki prestasi, ada kelebihan yang lain, bisa diinterpretasi seperti itu. Ini berarti positif dong, bukan ad hominem," tuturnya.

Soal twit terkait Susi Pudjiastuti melakukan manuver politik, Henri mengakui bahwa itu merupakan opininya semata.

Ini termasuk mengaitkan dengan kondisi perusahaan Susi Air yang saat ini sedang diuji pandemi.

"Dalam opini saya, saat keadaan tidak lagi menjabat dan perusahaan sulit, bukankah logis jika lalu berpolitik untuk masa depan? Apa saya tidak boleh melihat dan menilai dengan opini seperti itu?" ucap Henri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Susi Pudjiastuti Santai Menghadapi Serangan di Media Sosial...", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/08/05540041/saat-susi-pudjiastuti-santai-menghadapi-serangan-di-media-sosial-?page=3.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved