Breaking News:

Aturan Baru Naik Kereta Api Jarak Jauh, Penumpang Tidak Boleh Saling Bicara Selama Perjalanan

Kemenhub RI dan Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan surat edaran mengenai aturan terbaru bagi penumpang kereta api jarak jauh.

Tribun Jateng - Tribunnews.com
Ilustrasi Kereta PT KAI 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kemenhub RI dan Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan surat edaran mengenai aturan terbaru bagi penumpang kereta api jarak jauh.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, aturan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan stasiun dan perjalanan kereta api.

Di antaranya, penumpang kereta api jarak jauh harus dalam kondisi sehat, tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius, dan memakai masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung serta mulut.

Saat Liburan, Surat Rapid Test Antigen dan GeNose Test untuk Naik Kereta Api Hanya Berlaku Sehari

Dedi Wahidi Minta Waduk Cipancuh Indramayu Ditangani Serius, Sarankan Ini Ke Menteri PUPR RI

"Para penumpang juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan," ujar Suprapto kepada Tribuncirebon.com, Rabu (10/2/2021).

Selain itu, penumpang perjalanannya kurang dari dua jam juga tidak diperkenankan untuk makan dan minum.

Ia mengatakan, penumpang yang wajib mengonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan kesehatannya maka mendapat pengecualian.

Pihaknya juga mengimbau para penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon selalu mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Mohon selalu mematuhi prokes dari mulai stasiun keberangkatan, selama perjalanan, hingga tiba di stasiun tujuan," kata Suprapto.

Suprapto menyampaikan, fasilitas penunjang protokol kesehatan, misalnya wastafel dan hand sanitizer, telah disiapkan di areal stasiun sehingga dapat digunakan para penumpang.

Ia memastikan, PT KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mewujudkan kereta api bebas dari penyebaran Covid-19.

"Ini juga menjadi upaya kami dalam mendukung pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada transportasi kereta api," ujar Suprapto.

Kisah Anak 12 Tahun yang Raih Keuntungan Besar di Saham, Ingin Seperti Orang Jajaran Terkaya Dunia

Bisa GeNose Test
Penumpang kereta api jarak jauh masih diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil rapid test antigen maupun GeNose test.
Surat keterangan tersebut dikeluarkan maksimal 3 × 24 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api yang akan dinaiki penumpang.
Namun, saat momen libur panjang maupun libur hari besar keagamaan surat keterangan itu hanya berlaku 1 × 24 jam.
Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, aturan itu sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa Pandemi Covid-19.
Selain itu, aturan tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.
"Ya, ada perubahan mengenai masa berlaku surat keterangan saat momen libur," kata Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Rabu (10/2/2021).
Ia mengatakan, aturan baru itu secara efektif berlaku mulai 9 Februari 2021.
Namun, persyaratan surat keterangan negatif GeNose test dan rapid test antigen tidak diwajibkan untuk anak-anak di bawah usia lima tahun.
Saat ini, di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon baru tersedia layanan rapid tes antigen seharga Rp 105 ribu di tiga stasiun.
Di antaranya, Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, dan Stasiun Jatibarang.
Pihaknya memastikan layanan GeNose test akan tersedia di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon dalam waktu dekat.
"Kami akan menginformasikannya lebih lanjut, dan mengenai tarifnya direncanakan hanya Rp 20 ribu," ujar Suprapto.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved