Breaking News:

Weni Asal Garut Tewas Ditusuk Bambu 60 Cm, Ibunya yang sedang di Arab Syok, Minta Pelaku Disikat

Tapi, ibu Weni Tania, yang asal asal Kampung Ciloa Tengah RT/003/RW003 Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, tak bisa pulang.

Tribunnews
Ilustrasi - Tewas tak bernyawa 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Ibu Weni Tania, gadis asal Garut yang ditemukan tewas mengenaskan dengan bambu menancap di tubuh (bambu 60  cm), menangis histeris di Arab Saudi.

Tapi, ibu Weni Tania, yang asal asal Kampung Ciloa Tengah RT/003/RW003 Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, tak bisa pulang.

Ibu Weni Tania menjadi TKI di Arab Saudi sejak anaknya masih berusia 1 tahun. Saat ditemukan tewas dengan bambu menancap di tubuh, Weni Tania sudah berusia 21 tahun.

"Kami syok waktu dengar kabar itu, ya mau gimana lagi, yang sudah pergi tak akan kembali, mamahnya di Arab apalagi histeris, gak kebayang mau gimana-gimana tapi tidak bisa pulang," ucap Ai Kusmiati (40), kerabat Weni ditemui di rumahnya, kemarin.

Keluarga Weni, termasuk ibunya, menginginkan pelaku pembunuhan segera ditemukan dan diadili dengan hukuman maksimal agar setimpal dengan kejahatannya.

VIRAL Foto Pembunuh Weni Wanita Ditusuk Bambu di Garut, Beredar di Medsos, Polisi Langsung Tanggapi

Weni Hidup Sendiri

Weni Tania, gadis yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Sungai Cimalaka Kecamatan Sucinaraja, Jumat (5/2/2021), ternyata hidup seorang diri dan jauh dari orangtua.

Seperti diketahui, Weni Tania diketahui tewas mengenaskan dengan kondisi bambu menancap di tubuh-nya.

Menurut keterangan salah seorang keluarga, Ai Kusmiati (40), Weni sudah tidak hidup dengan orang tua sejak umur 1 tahun, orangtuanya bercerai lalu ayahnya meninggal dunia.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved