Ciri-ciri Orang yang Dijaga oleh Allah dalam Pengajian Gus Baha, Apa Saja? Simak Penuturannya
Melansir dari Channel YouTube Ngaji Ahlussunah Gus Baha dalam pengajiannya membahas 5 tanda orang yang dijaga oleh Alloh.
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Mumu Mujahidin
Nama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha tengah populer di kalangan publik.
Tidak hanya karena Gus Baha merupakan murid dari almarhum Syaikhina KH Maemoen Zubair atau Mbah Moen, Gus Baha juga cukup populer di kalangan milenial.
Terutama bagi para milenial yang kerap mengikuti pengajian Gus Baha di Channel YouTube Ngaji Ahlussunah, pasti sudah tidak asing lagi.
Penjelasan dan logika yang disampaikan terkait agama dapat diterima dan dipahami dengan mudah dan sangat baik oleh kaum milenial masa kini.
Baca juga: SOSOK Gus Baha Murid Mbah Moen yang Sederhana dan Kharismatik, Ulama Milenials Hafal 30 Juz Al Quran
Baca juga: Kisah KH Maimun Zubair atau Mbah Moen soal Kelahirannya, Ibunya Dulu Minum Air yang Diludahi 3 Kiai
Melansir dari Channel YouTube Ngaji Ahlussunah yang diunggah pada Jumat (29/1/2021), Gus Baha dalam pengajiannya membahas 5 tanda orang yang dijaga oleh Alloh.
Dalam pengajiannya Gus Baha menyebut ada 5 tanda-tanda orang yang dijaga oleh Allah.
Diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda;
"Seorang hamba tidak akan mencapai derajat orang yang bertakwa, sehingga dia meninggalkan apa yang tidak haram bagi dirinya, karena khawatir akan keburukan yang ada di dalamnya,".
1. Menjaga Lisan dan Kemaluannya
Gus Baha menyebutkan ciri atau tanda pertama adalah orang yang menguasai dirinya sendiri.
Hadis Riwayat Tirmidzi dan Hakim:
"Ciri pertama, tidak berteman kecuali dengan orang yang bisa memperbaiki agamanya. Dan tidak berkumpul kecuali dengan orang yang bisa memperbaiki agamanya. Serta orang yang bisa menguasai kelamin dan lisannya,".
Dalam hadis riwayat tersebut menyebutkan bahwa kita manusia tidak boleh berkumpul atau berteman dengan orang yang dapat menyesatkan.
Sebaliknya kita harus berteman dan berkumpul dengan orang yang dapat memperbaiki kualitas ibadah kita (agama).
Serta orang-orang yang dapat menjaga kemaluannya dan lisannya.