Breaking News:

Ajag Menyerang Ternak Milik Warga Desa Cibeurem, Total Kambing yang Mati Selama Dua Hari 12 Ekor

Sebanyak 12 ekor kambing milik warga mati diserang ajag alias anjing hutan.

Istimewa
Belasan hewan ternak mati beberapa hari lalu, yang diketahui dari kandang berbeda lokasi di Desa / Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Kamis (3/2/2021) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sebanyak 12 ekor kambing milik warga mati diserang ajag alias anjing hutan. Belasan hewan ternak itu mati yang diketahui dari kandang berbeda lokasi di Desa / Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Kamis (3/2/2021).

“Iya selama dua hari ini, ada delapan ekor mati dan baru terjadi tadi malam itu ada empat ekor kambing mati diterkam ajag,” ungkap Ali Akbar, salah seorang Anggota (F-PPP) DPRD Kuningan saat menyampaikan kepada Tribuncirebon.com.

Ali mengakui, mengetahui kejadian serangan ajag itu karena  kebetulan saat ini lagi bersama warga pemilik kambing yang mati akibat serangan ajag.

“Betul, kenapa saya nyatakan diserang ajag. Karena baru semalam, ada kambing mati itu sebelumnya mengeluarkan suara. Saat peternak mencari sumber suara, melihat ajag bergerombol lari dari kandang. Sementara kondisi kambing yang berada di kandang tadi, sudah mati dengan meninggalkan bekas gigitan di bagian tubuh kambing tersebut,” ujarnya.

Michael Yukinobu Jadi Sorotan Lagi Gara-gara Video 38 Detik, Dulu Dihujat karena Video Syur Gisel

Inilah Doa dan Bacaan Niat Puasa Sunnah Senin Kamis, Beserta Sepuluh Manfaat Puasa Sunnah

Tiga Kampung di Tasikmalaya Tak Berpenghuni Setelah Ditinggalkan Warga yang Takut Pergerakan Tanah

Warga pemilik kambing yang menjadi korban serangan ajag adalah Katim, Mandor Darman, Astam dan Mang Durja.

“Nama pemilik tadi, baru melapor ke saya setelah dua hari kejadian akibat kambingnya mati. Melihat dari kejadian, ini tidak jauh seperti yang terjadi di Kecamatan Cibingbin,” ungkapnya.

Atas laporan warga tadi, kata Ali, pihaknya berharap pemerintah peka terhadap masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“Kami hanya minta pemerintah peka dalam memberikan pelayanan. Ini masalah sosial yang mesti mendapat campur tangan pemerintah dalam mensejahterkan warga,”katanya.

Terlebih, kata Ali, data pemilik kambing yang menjadi korban serangan ajag di Kecamatan Cibingbin belum lama ini juga belum mendapat perhatian.

“Hingga sekarang belum mendapat perhatian nyata, padahal jelas kerugian yang dirasakan warga di pandemic virus corona ini sangat berdampak dalam memenuhi hajat hidup mereka,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved