Breaking News:

VIDEO - Unik, Warga Kampung di Kuningan Ini Dilarang Makan Lele, Tabuh Bedug dan Gelar Wayang

Hingg sekarang ini, semua warga di kampung dilarang makan lele, tidak boleh memukul bedug, atau kendang dan tidak boleh menggelar pergelaran wayang

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Di Kabupaten Kuningan ternyata masih ada kampung yang warganya begitu kuat mentaati sesuatu yang dianggap leluhurnya pamali atau larangan.

Adalah warga Kampung Babakan Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, sudah puluhan tahun mereka taat tidak melakukan hal-hal yang dianggap pamali di kampungnya.

Hingg sekarang ini, semua warga di kampung dilarang makan lele, tidak boleh memukul bedug, atau kendang dan tidak boleh menggelar seni tradisional pergelaran wayang.

Baca juga: Kisah Sebuah Kampung di Majalengka Yang Ditinggal Pergi Penghuninya, Suasananya Jadi Angker

Baca juga: Dituding Ingin Rebut Partai Demokrat, Moeldoko Beberkan Mengapa Dirinya Menjadi Saaran Tuduhan Itu

Baca juga: Sebelum Meninggal Mendadak di Bank, Nasabah yang Terekam CCTV Tidak Sempat Makan Tapi Minum Ini

Adanya kampung yang warganya taat dengan aturan pamali itu dibenarkan oleh Subandi (71), salah seorang warga setempat saat ditemui di rumahnya di lingkungan Babakan, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Senin (1/2/2021).

Subandi menyebut bahwa larangan itu muncul di masa sebelum kemerdekaan RI tahun 1945 atau bahkan sebelum tahun masehi. 

“Iya, sampai sekarang mengenai sebab akibat adanya larangan makan lele, manabuh bedug atau kendang, dan menggelar wayang itu sejak jaman sebelum kemerdekaan,” katanya.

Subandi (71) Warga Kampung  Babakan, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kuningan, saat ditemui di rumahnya, Senin (1/2/2021).
Subandi (71) Warga Kampung Babakan, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kuningan, saat ditemui di rumahnya, Senin (1/2/2021). (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Kemudian dalam perjalanannya, larang itu terus disampaikan secara turun-temurun, hingga generasi sekarang ini.

Menurut Subandi, larangan itu muncul setelah adanya kejadian seorang perempuan hilang di sebuah kolam.

Diceritakannya, saat itu seorang perempuan mencuci beras di kolam perkampungan setempat.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved