Breaking News:

Tanggapi Soal Polemik Partai Demokrat, Ketua Demokrat Majalengka: Kita Fokus Koalisi dengan Rakyat

Fuad menyatakan, pihaknya tidak banyak mempersoalkan tentang isu yang tengah menimpa partainya saat ini.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ketua Partai Demokrat Majalengka, Fuad Abdul Aziz 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Polemik Partai Demokrat kini tengah digoyang dengan isu 'kudeta' kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono oleh salah satu elit.

Polemik itu ditanggapi santai oleh Ketua Partai Demokrat Majalengka, Fuad Abdul Aziz, Selasa (2/2/2021).

Fuad menyatakan, pihaknya tidak banyak mempersoalkan tentang isu yang tengah menimpa partainya saat ini.

Disampaikannya, bahwa saat ini dirinya justru tengah sibuk berkoalisi dengan Rakyat membangun Majalengka yang lebih baik untuk kedepannya.

"Saya tegaskan bahwa kita tidak akan terbawa suasana yang sedang terjadi," ujar Fuad saat dikonfirmasi, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Istri Dibakar Suami Hidup-hidup hingga Tewas, Bela Anaknya Sang Ayah Usir Warga dengan Parang

Baca juga: Ada 2 Mobil Mahal di Rumah Mewah Angel Sepang Disebut Hasil Selingkuh 3 Tahun dengan James Kojongian

Abah Fuad begitu sapaannya menilai, fenomena yang sedang terjadi ditubuh partainya adalah suatu hal yang wajar.

Bahkan dia memberikan ilustrasi partainya saat ini seperti anak "Gadis" cantik yang sedang menjadi rebutan oleh banyak orang.

"Saya ibaratkan Demokrat saat sekarang ini bagaikan anak gadis cantik yang menjadi bulan-bulanan banyak pria yang tengah di mabuk cinta olehnya," jelas dia 

Seperti halnya Demokrat Kabupaten Majalengka, yang sedang konsisten membangun koalisi dengan rakyat untuk membangun Kesejahteraan.

"Intinya kita konsisten berkoalisi dengan rakyat untuk membangun kesejahteraan bersama bukan untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang saja," tandasnya.

Informasi yang diterima, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya menyampaikan ada gerakan politik yang melibatkan pejabat di lingkaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan ingin merebut kekuasaan pimpinan Demokrat secara inkonstitusional.

AHY mengatakan, gabungan gerakan tersebut ada 5 orang, terdiri atas satu kader aktif, satu kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan tidak hormat karena menjalani hukuman korupsi.

Ada juga, satu kader yang keluar 3 tahun yang lalu dan 1 nonkader yang merupakan pejabat tinggi pemerintahan.

Baca juga: Moeldoko Biang Kerok Masalah Partai Demokrat? PD Punya Bukti Anak Buah Jokowi itu Mau Gulingkan AHY

Baca juga: Efek Game Online Seperti Narkoba, Kecanduan Game Online Seorang Pemuda Jual Motor Ibu dan Kakaknya

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved