Breaking News:

PPKM Tak Efektif, Kapolri Keluarkan Telegram Soal Penanganan Pandemi di Jawa-Bali,Ini Isi Lengkapnya

Berdasarkan evaluasi Polri, PPKM yang telah diperpanjang hingga "Jilid II" belum maksimal menekan laju penularan Covid-19.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Polwan Polresta Cirebon saat menyosialisasikan PPKM dan protokol kesehatan kepada sejumlah pengendara di simpang empat Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/1/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Telegram Nomor ST/183/II/Ops.2./2021 yang berisi tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) Jawa-Bali.

Berdasarkan evaluasi Polri, PPKM yang telah diperpanjang hingga "Jilid II" belum maksimal menekan laju penularan Covid-19.

"Pelaksanaan PPKM tahap II sudah memasuki minggu terakhir, namun belum efektif menekan laju penularan Covid-19 akibat pelaksanaan PPKM yang tidak optimal dalam menekan mobilitas masyarakat," kata Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen Agus Andrianto dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Sopir Angkot Ini Bawa Bayi Sambil Narik Penumpang, Tak Pernah Rewel dan Menangis, Netizen Pun Iba

Baca juga: Doa Supaya Cepat Mendapatkan Jodoh yang Baik, Kerjakan Juga Amalan-amalannya

Baca juga: Download Kumpulan Lagu Nella Kharisma Dangdut Koplo Terpopuler, Ada Pamer Bojo hingga Jaran Goyang

Polri pun menyoroti kebutuhan ruang isolasi hingga ruang perawatan di rumah sakit yang terus meningkat.

Telegram yang ditandatangani Agus itu pun memerintahkan Opspus Aman Nusa II-2021 dan Opsda Aman Nusa II-2021 melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat penanganan pandemi Covid-19.

Pertama, perlu dilakukan analisis dan evaluasi penanganan pandemi Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, khususnya terkait efektivitas pelaksanaan PPKM di Jawa-Bali.

Kedua, memerintahkan agar adanya komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, rumah sakit, dan stakeholder lainnya untuk menambah kapasitas ruang perawatan dan isolasi pasien Covid-19.

Rumah sakit diminta memprioritaskan perawatan bagi pasien yang sudah menunjukkan gejala berat atau kritis.

"Bagi pasien yang masih menunjukkan gejala ringan dapat melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari dinas kesehatan, pihak rumah sakit, atau puskesmas setempat," ujar Agus.

Ketiga, perlu ada edukasi dan sosialisasi secara masif agar masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilisasi).

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved