Breaking News:

VIDEO - Terdampak Pandemi Covid-19, Tarmi'in Pindah Profesi dari Tukang Becak Jadi Penambang Pasir

Dengan menggunakan dua buah keranjang dari bahan ayunan, Tarmi'in memilah pasir yang terdapat di pinggir sungai.

Dengan menggunakan dua buah keranjang dari bahan ayunan, Tarmi'in memilah pasir yang terdapat di pinggir sungai.

Pasir-pasir tersebut disaring dari kotoran maupun batu yang terbawa saat proses penjaringan.

Selanjutnya, dibawa ke area pinggir sungai dan dikumpulkan sebanyak mungkin.

"Setiap harinya saya berangkat pukul 09.00 WIB, sebanyak mungkin saya ambil. Biasanya pagi lebih banyak pasir, karena bawaan dari arus bekas hujan," ucapnya.

Tarmi'in (67), warga Desa Bojongcideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka merupakan pria yang berprofesi sebagai penambang pasir sungai.
Tarmi'in (67), warga Desa Bojongcideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka merupakan pria yang berprofesi sebagai penambang pasir sungai. (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Setiap harinya, sambung Tarmi'in, ia bisa membawa satu gerobak penuh pasir.

Jika dimasukkan ke dalam karung, bisa mendapatkan sekitar 15 karung.

Selanjutnya, ia menjual ke toko bangunan atau warga yang sedang membutuhkan pasir tersebut.

"Dijual harga Rp 50 ribu per gerobak. Ya berarti 15 karung itu dijual segitu (lima puluh ribu)," jelas dia.

Namun, tak jarang proses penjualan pasir yang telah ia kumpulkan sulit dilakukan.

Hal itu, lantaran banyak juga pemilik toko bangunan yang menolak pasir yang telah dikumpulkan tersebut.

Halaman
123
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved