Breaking News:

Human Interest Story

Cerita Penambang Pasir Sungai di Majalengka, Menunggu Pembeli Hari Ini Agar Pasir Tak Disapu Hujan

Kondisi pandemi ini, membuat dirinya semakin yakin, pendapatan dari menambang pasir untuk kebutuhan sehari-hari lebih mudah dibanding tukang becak.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Tarmi'in (67), warga Desa Bojongcideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka merupakan pria yang berprofesi sebagai penambang pasir sungai. 

Jika sudah begitu, mau tidak mau, ia harus menyimpan terlebih dahulu pasir-pasir tersebut dalam waktu yang lumayan lama.

Sembari menunggu, mendapatkan orang yang hendak membeli.

"Jadi mau tukang becak, mau penambang pasir, sama-sama sulit. Tapi ini lah proses hidup, kita harus banyak bersyukur," jelas dia.

Tak hanya itu, cuaca yang akhir-akhir ini terus hujan, membuat tumpukan pasir yang telah dikumpulkan tak jarang kembali tercecer.

Selama ini Tarmi'in tidak memiliki lahan yang teduh untuk menyimpan pasir tersebut.

Karena itu, pasir harus disimpan di tempat terlindungi. Ketika hujan cukup lebat, pasir-pasir tersebut tak  terbawa arus hujan.

"Makanya secepat mungkin saya harus mendapatkan pembeli. Kalau tidak, takut pasirnya habis lagi terbawa air hujan. Kalau sudah gitu, mau tidak mau diulang lagi dari awal," kata sosok yang sudah tua ini.

Tarmi'in saat ini hanya bisa berharap, ada uluran tangan dari dermawan atau Pemerintah terkait usaha yang kini digelutinya.

Setidaknya, bisa menghasilkan pendapatan sehari-hari untuk keluarganya di rumah. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved