Warga Binaan dan Petugas Lapasustik Kelas IIA Cirebon yang Terpapar Covid-19 Mendapat Kiriman Obat
jumlahnya mencapai 20 paket sesuai banyaknya orang yang terpapar virus corona di Lapasustik Kelas IIA Cirebon.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengirimkan obat-obatan untuk 20 warga binaan dan petugas kantin Lapasustik Kelas IIA Cirebon yang terpapar Covid-19.
Saat ini, seluruh warga binaan tersebut tengah menjalani isolasi di sel khusus yang disiapkan.
Sementara petugas kantin Lapasustik Kelas IIA menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
Baca juga: Kecelakaan Maut Terjadi karena Motor Oleng Langsung Ditabrak Truk Tronton di Karawang, Rohman Tewas
Baca juga: Koswara Takut Dianiaya Anak Kandungnya Sendiri, Melarikan Diri ke Suatu Tempat, Takut Anak Nekat
Baca juga: Mancing Ikan, Dandi Diterkam Buaya, Tubuh Dicabik lalu Dibawa ke Dalam Air, Jasad Belum Ditemukan
Mereka dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test massal yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu.
Swab test massal tersebut merupakan tindak lanjut setelah adanya tiga pegawai lapas yang terpapar Covid-19.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, obat-obatan yang diberikan berupa antivirus dan vitamin.
Menurut dia, jumlahnya mencapai 20 paket sesuai banyaknya orang yang terpapar virus corona di Lapasustik Kelas IIA Cirebon.
"Setiap paket obat yang diberikan untuk tujuh hari isolasi mandiri, dan nanti dikirimkan lagi," ujar Enny Suhaeni kepada Tribuncirebon.com, Senin (25/1/2021).
Ia mengatakan, dokter dan perawat dari poliklinik lapas juga akan memantau perkembangan warga binaan selama menjalani isolasi.
Enny memastikan seluruh areal lapas telah disemprot cairan disinfektan untuk mesterlisisasi setelah adanya 20 orang yang terpapar virus corona.
Bahkan, termasuk kantin Lapasustik Kelas IIA Cirebon karena dua petugasnya juga turut terkonfirmasi positif Covid-19.
"Dua petugas kantin yang terpapar juga dirumahkan, dan 20 orang ini seluruhnya pasien kasus konfirmasi tanpa gejala," kata Enny Suhaeni.