Kabupaten Indramayu Langsung Loncat dari Zona Kuning ke Zona Merah, Penularan Covid-19 Tinggi

Kabupaten Indramayu, katanya, dari risiko rendah atau zona kuning pada periode 11-17 Januari, kini langsung loncat menjadi risiko tinggi atau zona mer

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ilustrasi Peta zonasi risiko Covid-19 Kabupaten Indramayu ini update dari tanggal 27 Oktober-8 November 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak enam kabupaten dan kota di Jawa Barat pekan ini menjadi zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Zona merah tersebut adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan Kabupaten Bandung yang minggu lalu masuk risiko tinggi, saat ini masih menempati risiko tinggi. Begitupun dengan Kabupaten Karawang yang sudah menjadi zona merah sejak enam minggu terakhir.

"Kabupaten Tasikmalaya ini yang harus kita perhatikan bersama, terdapat kenaikan yang cukup tinggi. Pada saat minggu lalu masih risiko rendah (Zona Kuning) namun saat ini tanggal 18-24 Januari langsung masuk risiko tinggi. Sebaliknya Kabupaten Ciamis yang minggu kemarin risiko tinggi, saat ini menjadi risiko sedang (Zona Oranye)," kata Setiawan di Gedung Sate, Senin (25/1).

Baca juga: Kecelakaan Maut Terjadi karena Motor Oleng Langsung Ditabrak Truk Tronton di Karawang, Rohman Tewas

Baca juga: Masih Nganggur dan Butuh Loker? Siapa Tahu Anda Minat Kerja di DLHK Kota Bandung, Nih Persyaratannya

Baca juga: Mancing Ikan, Dandi Diterkam Buaya, Tubuh Dicabik lalu Dibawa ke Dalam Air, Jasad Belum Ditemukan

Kabupaten Indramayu, katanya, dari risiko rendah atau zona kuning pada periode 11-17 Januari, kini langsung loncat menjadi risiko tinggi atau zona merah. Kabupaten Karawang pun masih terus masuk di dalam zona merah atau risiko tinggi.

"Kabupaten Bekasi dari risiko sedang, saat ini menjadi risiko tinggi. Sebaliknya Kabupaten Bandung Barat yang awalnya risiko tinggi, saat ini menjadi risiko sedang. Kemudian Kota Bekasi risiko tinggi minggu lalu, saat ini masih risiko tinggi. Kota Depok turun dari risiko tinggi, saat ini risiko sedang," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan mencermati penanganan Covid-19 di Kabupaten Karawang. Sebelumnya, penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah membuahkan hasil.

"Karawang masih tetap, jadi ini minggu ke-6 berturut-turut Karawang zona merah, ini akan menjadi perhatian kami. Setelah kami dinas kemarin ke Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, kemungkinan saya pertengahan minggu dan Forkopimda akan ke Karawang memastikan kita bisa menurunkan zona merah yang sudah enam minggu berturut-turut," katanya.

Angka keterisian rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jabar, katanya, terus menurun. Kini, katanya, ada di angka 70 persen, setelah beberapa waktu lalu sempat di angka 80 persen dan 77 persen.

"Berkat gedung-gedung baru ya, dan kebijakan memindahkan pasien Covid-19 yang gejala ringan dari rumah sakit, maka BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit sekarang ada di 70 persen," katanya.

Tingkat kematian pasien Covid-19 di Jabar, katanya, masih rendah di angka 1,2 persen. Begitupun dengan angka kesembuhan yang masih di atas nasional. 

Cuma Satu Zona Hijau

Di Kabupaten Indramayu, kini sudah tidak ada lagi wilayah yang berstatus zona kuning dan hijau penyebaran Covid-19.

Seperti yang terlihat dalam update terbaru peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 per kecamatan yang diterima Tribuncirebon.com dari Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu.

Dalam peta itu nyaris seluruh wilayah masuk ke dalam zona merah.

Baca juga: Ini Daftar Daerah dengan Kesadaran PPKM Tertinggi dan Terendah di Jabar, Adakah Ciayumajakuning?

Baca juga: Menko Ekonomi Airlangga Donasikan Plasma Darah, Pandemiolog: Kapan Positif Covid, Kok Gak Diumumkan?

"Peta zonasi risiko Covid-19 Kabupaten Indramayu ini update data tanggal 5-18 Januari 2021," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara kepada Tribuncirebon.com, Selasa (19/1/2021).

Deden Bonni Koswara mengatakan, dalam update terbaru itu sebanyak 28 kecamatan masuk zona merah.

Meliputi Kecamatan Indramayu, Pasekan, Sindang, Balongan, Jatibarang, Juntinyuat, Sliyeg, Karangampel, Kedokan Bunder, Kertasemaya, Sukagumiwang, Tukdana, Bangodua, Widasari, Lohbener, Arahan, Cantigi.

Selanjutnya, Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Terisi, Cikedung, Kroya, Bongas, Patrol, Anjatan, Sukra, Haurgeulis, dan Kecamatan Gantar.

Sedangkan wilayah yang masuk zona oranye, meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Krangkeng, Lelea, dan Kecamatan Gabuswetan.

Adapun untuk zona kuning dan hijau sudah tidak terdapat lagi dalam update terbaru peta zonasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

Deden Bonni Koswara menyampaikan, pemetaan zona risiko penyebaran virus corona ini dilakukan melalui 4 kategorisasi penentuan zona.

Lanjut dia, yaitu yang didapat dari hasil skoring dan pembobotan setiap indikator, meliputi indikator epidemiologi, surveilans kesehatan, dan pelayanan kesehatan.

Adapun untuk total kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu hingga Senin (18/1/2021), disampaikan Deden Bonni Koswara, sudah tembus sebanyak 2.483 orang.

Terdiri dari sebanyak 1.907 orang sembuh, sebanyak 90 orang meninggal dunia, dan 486 orang masih menjalani perawatan.

"Hadapi Covid-19 dengan disiplin 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) sambil menunggu vaksin," ujar dia.

Baca juga: Jenazah Pramugari Oke Korban Sriwijaya Air Tiba di Rumah Duka, Tangisan Keluarga Pun Tak Terbendung

Baca juga: Anak yang Gugat Orangtua Rp 3 Miliar Meninggal Sehari Sebelum Sidang, Sidang Digelar di PN Bandung

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved