Breaking News:

DPR RI Desak Pemda Gelar Investigasi, Beberapa Bagian Masjid Islamic Center Indramayu Riskan Ambruk

saat melakukan peninjauan, banyak beberapa titik pada bagian di masjid mewah tersebut tampak memprihatinkan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Anggota Komisi V DPR RI fraksi PKB Dedi Wahidi saat melakukan sidak di Masjid Islamic Center Indramayu Syekh Abdul Manan, Senin (25/1/2021). 

"Sementara disterilkan dulu areal masjidnya, karena kalau tidak khawatir terjadi roboh lanjutan," ujar dia.

Penyebab robohnya plafon ruang utama salat Masjid Islamic Center Indramayu masih belum diketahui.

Atap plafon yang berada di syaf depan salat sebelah kanan itu diketahui roboh sesuai Shalat Dzuhur atau ketika para jamaah tengah wirid pada Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 12.15 WIB.

Wakil Sekretaris DKM Islamic Center Indramayu, Ahmad Sadali mengatakan, padahal waktu kejadian tidak ada hujan maupun angin kencang.

Baca juga: Sama-sama Jalani Tes, Suami Positif Covid-19, Istri Positif Hamil, Kisahnya Mengharukan

Baca juga: Harga HP Samsung Akhir Januari 2021: Samsung Galaxy M31, A12, Galaxy S20+ Hingga Galaxy Z Flip

"Ada juga yang sedikit bocor itu sebelah kiri tapi yang roboh sebelah kanan, tidak ada tanda-tanda apapun," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Ahmad Sadali menyampaikan, robohnya plafon masjid ini pun sudah dilaporkan ke pemerintah daerah melalui Dinas PUPR Kabupaten Indramayu untuk dikaji lebih lanjut.

Plafon di ruang utama salat Masjid Islamic Center Indramayu Syekh Abdul Manan runtuh, Minggu (24/1/2021).
Plafon di ruang utama salat Masjid Islamic Center Indramayu Syekh Abdul Manan runtuh, Minggu (24/1/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Dalam hal ini, lokasi ruang utama shalat disterilkan lebih dahulu agar tidak ada yang mendekat.

Ruang utama shalat pun tampak dikunci petugas.

Ia juga memastikan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

"Pada saat kejadian begitu saat zikir kedengaran ada suara kretak-kretak dan jemaahnya mundur ke belakang, alhamdulillah tidak ada korban," ujar dia.

Disidak Anggota DPR RI

Anggota Komisi V DPR RI fraksi PKB Dedi Wahidi melakukan sidak di Masjid Islamic Center Indramayu Syekh Abdul Manan, Senin (25/1/2021).

Sidak ini dilakukan menyusul tragedi ambruknya dua kejadian secara beruntun di masjid megah senilai Rp 122 miliar tersebut.

Kejadian pertama berupa ambruknya salah satu menara setinggi 100 meter pada Minggu (6/12/2020) siang sekitar pukul 12.10 WIB.

Baca juga: Kabupaten Indramayu Langsung Loncat dari Zona Kuning ke Zona Merah, Penularan Covid-19 Tinggi

Baca juga: Warga Binaan dan Petugas Lapasustik Kelas IIA Cirebon yang Terpapar Covid-19 Mendapat Kiriman Obat

Baca juga: Kecelakaan Maut Terjadi karena Motor Oleng Langsung Ditabrak Truk Tronton di Karawang, Rohman Tewas

Selang satu bulan, giliran atap plafon yang berada di ruang utama syaf salat depan sebelah kanan masjid pada Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 12.15 WIB kemarin.

Kedua kejadian itu secara berurut-turut terjadi di waktu yang bersamaan saat para jamaah tengah zikir seusai salat berjamaah Dzuhur.

Beruntung, insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Pada kesempatan itu, Dedi Wahidi terlihat meninjau sisa-sisa reruntuhan ambruknya dua bagian masjid tersebut.

"Diusianya (Masjid Islamic Center Indramayu) yang baru 2 tahun setengah, tiba-tiba dikagetkan dengan berita seperti itu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Dedi Wahidi menyampaikan, Masjid Islamic Center adalah ikon religi kebanggaan masyarakat dan kaum muslimin di Kabupaten Indramayu.

Termasuk, daerah-daerah tetangga seperti Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Subang, sampai Brebes turut membanggakan bangunan mewah tersebut.

Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat secara langsung bagaimana keindahan masjid yang dibangun dengan anggaran senilai fantastis yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar dan APBD Kabupaten Indramayu tersebut.

Masjid ini diresmikan pada 1 Juni 2018 lalu oleh Gubernur Jawa Barat yang pada saat itu masih dijabat Ahmad Heryawan (Aher).

"Ini sangat saya sayangkan, prihatin. Masjid kebanggaan yang menghabiskan anggaran sampai Rp 122 miliar hanya bertahan 2 tahun," ujarnya.

Baca juga: Saat Bareng Anak Bersihkan Kamar, Nita Thalia Tak Menyangka Temukan Barang Ini yang Disimpan Nurdin

Baca juga: Koswara Takut Dianiaya Anak Kandungnya Sendiri, Melarikan Diri ke Suatu Tempat, Takut Anak Nekat

Baca juga: BMKG: Waspada Awan Cumulonimbus Beberapa Hari ke Depan, Maskapai Penerbangan Mesti Hati-hati

Baca juga: KECELAKAAN MAUT, Pesawat Jatuh Tewaskan 4 Pemain dan Presiden Klub Tim Sepakbola di Brasil

Dua tragedi secara berturut-turut ini, ditekankan Dedi Wahidi harus menjadi bahan evaluasi.

Ia mendesak pemerintah daerah segera membentuk tim investigasi independen guna mengevaluasi seluruh bangunan di Masjid Islamic Center Indramayu.

Lanjut Dedi Wahidi, jangan sampai terjadi insiden lanjutan seperti ada lagi bagian masjid lagi yang ambruk, apalagi sampai mengakibatkan korban jiwa.

"Apalagi hari Ahad itu umumnya banyak orang. Kemudian maaf, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, saya minta diundang tim ahli di bidang konstruksi, tim ahli di bidang perencanaan yang independen untuk melakukan investigasi," ujarnya.

Ruang Utama Disterilkan

Sementara waktu, ruang utama salat di Masjid Islamic Center Indramayu Syekh Abdul Manan disterilkan.

//

Pengunjung di Islamic Center Indramayu, diimbau untuk tidak mendekat demi mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Ruang utama salat itu pun kini dikunci.

Baca juga: VIDEO: Plafon Masjid Islamic Center Indramayu Roboh, Nyaris Timpa Jemaah yang sedang Berzikir

Baca juga: Nathalie Holscher Dikabarkan Keguguran, Kondisi Istri Sule Terekam Video TiKtok Bareng Putri Delina

Baca juga: Plafon Masjid Islamic Center Indramayu Roboh, Ada Jemaah sedang Duduk Berdzikir, Untung Tak Tertimpa

Wakil Sekretaris DKM Islamic Center Indramayu, Ahmad Sadali mengatakan, kebijakan ini menyusul kejadian robohnya atap plafon bagian syaf depan sebelah kanan masjid.

Kejadian itu terjadi seusai salat zuhur atau saat jemaah tengah wirid siang tadi sekitar pukul 12.15 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

"Sementara disterilkan dulu saja karena kalau tidak, khawatirnya nanti siapa yang bakal bertanggungjawab," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (24/1/2021).

Ahmad Sadali mengatakan, pihaknya pun sampai saat ini masih menunggu kajian dari Dinas PUPR Kabupaten Indramayu untuk kelayakan bangunan guna memastikan keamanan jemaah.

Sementara itu, Sekretaris DKM Islamic Center Indramayu, Sanusi Ghofur menambahkan, pengurus masjid saat ini masih berusaha memberesi bekas reruntuhan.

Ia berharap, secepatnya areal utama Masjid Islamic Center Indramayu bisa dipergunakan kembali.

"Selama ini sudah beres semua ya aktivitas berjalan kembali normal, sampai saat ini kita bersihkan reruntuhan itu, mudah-mudahan Magrib sudah beres, sudah bersih," ujar dia.

Pantauan Tribuncirebon.com, ruang utama salat masih dipergunakan untuk salat berjemaah.

Hanya saja, lokasi salat bergeser sedikit ke belakang.

Baca juga: Ada Suara Kretak-kretak, Tak Lama Plafon Ruang Shalat Utama Masjid Islamic Center Indramayu Runtuh

jemaah yang salat didalam pun hanya jemaah laki-laki, sedangkan jemaah perempuan salat di bagian luar masjid.

Setelah selesai salat, ruang utama Masjid Islamic Center Indramayu kembali dikunci.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved