Breaking News:

BMKG: Waspada Awan Cumulonimbus Beberapa Hari ke Depan, Maskapai Penerbangan Mesti Hati-hati

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), mengingatkan agar maskapai penerbangan mewaspadai adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus

Editor: Machmud Mubarok
dok AirAsia X/Airbus
Pesawat Airbus A330-900 yang dipesan AirAsia X. 

TRIBUNCIREBON.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), mengingatkan agar maskapai penerbangan mewaspadai adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) beberapa hari ke depan.

Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (23/1/2021).

Seperti diketahui, awan cumulonimbus adalah salah satu jenis awan yang bisa memicu terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, badai petir, gelombang tinggi, curah hujan yang tinggi, tornado, puting beliung, waterspout, dan lain sebagainya.

Awan ini terbentuk di bagian bawah troposfer yakni lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan Bumi.

Baca juga: KECELAKAAN MAUT, Pesawat Jatuh Tewaskan 4 Pemain dan Presiden Klub Tim Sepakbola di Brasil

Baca juga: Petinggi PDIP di Bali Berbagi Satu Sendok untuk Suap-suapan Tumpeng, Ketua DPD: Sudah Tes Antigen

Baca juga: Koswara Dimaki Anak-anaknya dengan Kata-kata Kasar, Ketakutan Sampai Akhirnya Mengungsi

Karena penguapan dan efek rumah kaca, maka wilayah ini menghasilkan udara hangat yang memungkinkan terciptanya awan cumulus dan awan cumulonimbus. 

Turbulensi yang diciptakan oleh gesekan antara udara dan permukaan bumi dikombinasikan dengan panas yang tersimpan dari matahari, sehingga membantu mendorong sebagian besar cuaca. 

Cumulonimbus juga sering disebut sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan pesawat. Salah satunya, meski masih diselidiki penyebab pastinya, namun jatuhnya pesawat Sriwijaya Air JT 182 beberapa waktu lalu, kemungkinan akibat faktor cuaca terkait dengan keberadaan awan cumulonimbus.

Berikut daftar wilayah berpotensi tinggi terjadi awan Cumulonimbus (CB)

Untuk cuaca penerbangan berdasarkan prediksi untuk periode tanggal 25-28 Januari 2021, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cb yang dapat membahayakan penerbangan.

Awan cumulonimbus adalah awan yang mengandung banyak air dan petir, menyebabkan hujan deras dan bisa memicu angin puting beliung hingga tornado.(SHUTTERSTOCK/Jeff Gammons StormVisuals) Awan Cb dengan presentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen Occasional (OCLN) di prediksi terjadi di wilayah berikut.

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Papua Barat
  • Papua
  • Samudera Hindia barat
  • Perairan Bengkulu hingga Jawa Tengah
  • Perairan Utara Jawa Tengah
  • Laut Sumbawa
  • Laut Flores
  • Selat Makassar
  • Laut Sulawesi
  • Perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur 
  • Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT 
  • Laut Arafuru
  • Samudera Pasifik utara Papua
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved