Breaking News:

TKW Meninggal di Arab Saudi

TKW Asal Indramayu yang Tewas di Mesir Disebut SBMI adalah Korban Perdagangan Orang

Suniah sebelumnya dikabarkan meninggal dunia dan ditemukan tergeletak di kamar mandi rumah majikannya di Mesir pada Selasa (19/1/2021) kemarin.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih saat menunjukan foto Suniah (50), TKW asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (20/1/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menyebut, Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW yang meninggal di Mesir adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

TKW itu adalah Suniah (50), warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Suniah sebelumnya dikabarkan meninggal dunia dan ditemukan tergeletak di kamar mandi rumah majikannya di Mesir pada Selasa (19/1/2021) kemarin.

"Ini ada dugaan atau indikasi yang bersangkutan adalah korban TPPO dan penempatan unprosedural," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Sekretariat SBMI Cabang Indramayu, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: KBRI Mesir Minta Uang Rp 170 Juta, Jika Keluarga Ingin Jenazah TKW Asal Indramayu Dipulangkan

Baca juga: Kades Dadap Indramayu Prihatin, TKW Meninggal di Arab Saudi dan Keluarganya Diminta Uang Rp 170 Juta

Juwarih mengatakan, sejauh ini, SBMI sudah meminta konfirmasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir soal meninggalnya Suniah.

Hanya saja, mereka hanya menjawab bahwa pihak KBRI sudah mengonfirmasi ke pihak keluarga.

Adapun untuk kasus TPPO sendiri, diakui Juwarih masih marak terjadi di Kabupaten Indramayu.

Hal ini, diketahui dengan banyaknya laporan yang diterima SBMI soal pengiriman PMI ke negara-negara penempatan secara unprosedural, salah satunya yang menimpa Suniah.

Hanya saja, dalam mengungkap kasus tersebut pihaknya mengalami kendala karena rata-rata keluarga korban menutup diri dan enggan terbuka soal kasus tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved